Uncategorized

Rapat Evaluasi LK : “Kemana Pemimpin Kalian?”

Hari kedua (14/6) Rapat Evaluasi Lembaga Kemahasiswaan UKSW di Wisma Baptis Bukit Soka, Salatiga, terdapat beberapa pertanyaan dari fungsionaris LK fakultas lain yang menyentil saya dan teman-teman fungsionaris LK Fiskom, “kemana pemimpin kalian?”

Dalam Rapat Evaluasi, seharusnya ketua SMF dan BPMF akan mempertanggung jawabkan program kerja mereka di hadapan Lembaga Kemahasiswaan Universitas dan Lembaga Kemahasiswaan dari 13 fakultas lain di UKSW. Sementara pada shift presentasi LK Fiskom, pimpinan LK Fiskom berhalangan untuk hadir.

Fakultas ini dihadapkan pada sebuah dilema. Kita tidak bisa begitu saja menuduh ketua senat dan BPM sebagai orang tidak bertanggung jawab, karena mereka juga terkendala dengan urusan magang. Di sisi lain, mereka punya kewajiban untuk mempertanggung jawabkan program kerja LK selama satu periode. Sayangnya, bukan kali ini saja pimpinan LK Fiskom berhalangan untuk menghadiri Rapat Evaluasi Lembaga Kemahasiswaan UKSW. Beberapa tahun terakhir, pimpinan LK Fiskom juga berhalangan untuk hadir dalam Rapat Evaluasi.

Jalan keluarnya? Ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan. Pertama, pada awal periode Lembaga Kemahasiswaan, pimpinan Lembaga Kemahasiswaan membuat perjanjian agar selama satu periode jabatannya tidak mengikuti magang. Atau kedua, mencari calon ketua Lembaga Kemahasiswaan yang pada periode jabatannya tidak sedang/akan mengikuti magang (mahasiswa tahun ke 2 Fiskom).

Cara pertama tentu saja bertentangan dengan KUKM. Tepatnya pasal 7 poin 6 tentang Hak dan Kewajiban Kemahasiswaan yang berbunyi: “menyelesaikan studi lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan yang berlaku”. Dengan menunda magang, maka mahasiswa juga menunda kelulusannya. Jika seharusnya mahasiswa Fiskom magang pada tahun ketiga, maka mahasiswa yang menunda magang akan magang pada tahun keempat, dan tidak menutup kemungkinan akan lulus pada awal tahun kelima!

Apabila alternatif kedua dilaksanakan, maka calon ketua Lembaga Kemahasiswaan Fiskom adalah mahasiswa dan fungsionaris tahun kedua, alias fungsionaris yang baru selesai magang. Resiko yang ditakutkan adalah terjadi kekacauan dengan program kerja Lembaga Kemahasiswaan, karena ketidaksiapan dari ketua Lembaga Kemahasiswaan. Hal ini dipersulit juga dengan susahnya mencari calon pimpinan LK. Terkecuali calon ketua Lembaga Kemahasiswaan sudah dibina dan disiapkan sejak tahun pertama di LK. Tetapi alternatif ini juga bertentangan dengan rekomendasi LK Universitas, bahwa pimpinan LK Fakultas paling tidak sudah satu tahun menjadi fungsionaris.

Sementara itu kondisi kaderisasi dan pembinaan fungsionaris baru Lembaga Kemahasiswaan Fiskom sendiri belum berjalan dengan baik. Kebijakan magang yang belum jelas, belum adanya pelatihan terhadap fungsionaris baru, juga tidak diberdayakannya fungsionaris baru, mungkin membuat Lembaga Kemahasiswaan belum berani untuk mengangkat ketua Lembaga Kemahasiswaan yang masih muda. Ini juga terlihat dengan gagalnya program kaderisasi Komisi E LK Fiskom.

Walaupun demikian, sebenarnya sudah menjadi semacam tradisi bahwa pada awal periode baru Lembaga Kemahasiswaan Fiskom, sekretaris pimpinan LK Fiskom diberitahu bahwa pada akhir periode nanti mereka akan diserahkan tanggung jawab untuk presentasi keseluruhan program kerja LK Fakultas dalam rapat evaluasi. Terlepas dari itu, jika kita tidak melakukan sesuatu, maka tidak menutup kemungkinan pemikiran negatif oleh LK Universitas dan fakultas lain bahwa LK Fiskom itu pengecut dan tidak bertanggungjawab!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s