Puisi / Sastra

Nyanyian di Padang Gurun

Gurun

Dapatkah kau lihat itu, wahai gipsi

Oasis yang indah

Seribu pohon palem berderet
melenggok-lenggokan daunnya
Dua ratus sumur galian yang
selalu mengundang wanita-wanita bertudung
Pantulan mentari di pasir,
di pasir basah, di tanah, di tanah basah, di oase
Tutuplah mata
Dan singkap tudung kepalamu
Dapatkah kau dengar itu, wahai gipsi
Seruling nyaring ditiup
Dendang nada sukacita di mana-mana
Teguk lega seorang rabi
Bukan! Bukan itu!
Dapatkah kau dengar itu, wahai gipsi
Suara angin merindukan padang
yang berhembus dengan riang
Suara senang merindukan duka
Suara tenang merindukan lara
Mereka bernyanyi dengan nyaring
Dapatkah kau dengar itu, gipsi
Burung gagak mulai terbang rendah ke arahmu,
berusaha meneriakkannya kepadamu
Ular derik mencoba membisikimu
Dengarlah gipsi, dengarlah!

Mentari bersembunyi di balik awan,
awan bersembunyi di balik tangis,
tangis bersembunyi dalam hening

Hening

Dapatkah kau mendengar hening, wahai gipsi
Haha! cobalah wahai gipsi
Cobalah dengar nyanyian asli padang ini

Penulis : Gabriella Agmassini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s