Puisi / Sastra

Di Ujung Malam

Di ujung malam
Dekat jurang pagi
Detil mereka tergambar jelas – terpantul dari kaca merujuk retina
Aku terlempar jauh dari malam
Menuju dimensi yang lebih gelap
Ini tempat apa?
Rahim Ibu!

Pundak kian berat,
memikul beberapa harapan bumi dan langit
Mendidihkan darah
Tapi aku harus menjadi kesatria atas pilihanku!
Restu Bapak Ibu mengiringi langkah kecilku

Jika hidup ini sia-sia karena semua akan mati
Berikan aku seribu windu lagi agar hidup ini tetap memiliki arti
Agar senggama Bapak Ibu tak berkarat
Patah,
Habis dimakan waktu
Dilupakan begitu saja.

Penulis : Arya Adikristya Nonoputra

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s