Opini

Program Berbasis Kebutuhan Mahasiswa

oleh Bima Satria Putra

Berdasarkan Ketentuan Umum Keluarga Mahasiswa (KUKM), tugas Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) adalah sebagai penggiat aktivitas mahasiswa fakultas sebagai basis kegiatan akademik mahasiswa. Pokok-pokok program dan kegiatan SMF yang akan dilaksanakan dalam periode tertentu tertuang di dalam Garis Besar Haluan Program Lembaga Kemahasiswaan (GBHPLK) yang telah disusun oleh Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF).

Jika pada dasarnya SMF menjadi basis kegiatan akademik mahasiswa, maka sudah seharusnya SMF menyusun program yang sesuai dengan bidang keahlian yang dipelajari, juga GBHPLK yang disusun. Hal ini tidak lain demi terwujudnya angkatan pemimpin yang dibekali oleh penguasaan terhadap ilmu pengetahuan yang dipelajarinya dalam suatu disiplin keilmuan spesifik, agar mampu secara profesional bertanggung jawab memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam pelaksanaan tugas, pekerjaan, kewajiban dan pelayanan di tempat kerja, masyarakat, gereja dan bangsa.

Dalam implementasi pengembangan program SMF yang integratif, program kerja dibedakan menjadi dua jenis: professional skills dan humanistic skills. Proporsi program kerja professional skills di aras fakultas sebanyak 60% dari total program, selebihnya 40% merupakan program humanistic skills. Maksud dari proporsi ini jangan disalahartikan dalam arti kuantitas program, tetapi juga kualitas program dan penganggaran program kerja dari proporsi tersebut.

Memperhatikan Program Kerja Kemarin

Berangkat dari hal tersebut, program kerja SMF seharusnya menjadi wahana mahasiswa dalam mengembangkan penalaran dan keilmuwan, minat dan bakat serta kesejahteraan mahasiswa. Sekarang mari kita evaluasi secara kritis satu tahun periode 2013-2014 lalu, apakah keseluruhan program kerja senat mahasiswa dan fakultas kita telah memenuhi poin-poin di atas?

Bagaimana kualitas dari program kerja tersebut? Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan mahasiswa? Apakah sudah tercapai dan sesuai dengan pokok-pokok GBHPLK yang direncanakan pada awalnya? Bagaimana dengan penganggaran program kerja dan KBM?

Sejauh ini jika diperhatikan, ada kecenderungan bahwa program kerja yang dilaksanakan melenceng dari program kerja yang seharusnya. Hingar-bingar band pengisi menghibur para mahasiswa; apakah itu benar kebutuhan mahasiswa? Mahasiswa yang menyiapkan kegiatan tersebut, dan mahasiswa pula yang dijadikan sasaran kegiatan tersebut. Kegiatan kemahasiswaan secara tidak langsung menjadi cerminan karakter mahasiswanya. Jika kegiatan mahasiswa hanya bersifat menghibur (entertainment), maka bisa jadi keinginan mahasiswa hanya sekedar have fun saja.

Bukan bermaksud untuk melarang kegiatan-kegiatan hiburan, tetapi seharusnya ada porsi yang pas untuk pemisahan kegiatan yang menghibur dan mendidik (Education).

Lembaga Kemahasiswaan harus bersikap terbuka akan kritik dan aspirasi yang konstruktif. Bagaimana pun, melaksanakan program kerja yang baik tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan perangkat kerja yang berintegritas dalam melaksanakan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan acara mahasiswa, baik panitia, satgas, lembaga kemahasiswaan, dan mahasiswa fakultas pada khusunya. Kita mengharapkan yang terbaik dengan lembaga kemahasiswaan yang akan datang. Selamat bekerja fungsionaris senat mahasiswa terpilih!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s