Opini

Waspadai Kampanye Hitam, Kenali Capres Pilihan Kita

berita_83022_800x600_pilpres-2014

oleh Ridwan Nur Martien

Menjelang Pilpres 9 Juli mendatang, makin tinggi saja tensi persaingan di antara kedua pasangan calon presiden-calon wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Wajar saja karena dalam Pilpres ini adalah pertama kalinya masing-masing pasangan capres-cawapres harus berhadapan head to head. Ditambah lagi, dalam Pilpres kali ini sudah tidak ada capres incumbent  atau yang pernah menjabat sebelumnya, di satu sisi hal ini membawa angin segar bagi dinamika politik di Indonesia, namun di sisi yang lain hal ini menambah sengitnya persaingan di antara kedua  kubu capres.

Hampir setiap saat kita diterpa berbagai pesan dan informasi mengenai kedua pasangan capres-cawapres tersebut. Dari mulai di media massa mainstream, media sosial, opini orang-orang, bahkan melihat langsung kampanye mereka. Seperti pada Pilpres sebelumnya, hal ini lumrah karena pendukung kedua kubu capres tentunya akan menggulirkan berbagai isu dan informasi untuk meningkatkan elektabilitas masing-masing capres yang dibelanya.

Tetapi ada yang berbeda pada Pilpres 2014 dibandingkan dengan Pilpres 2004 dan 2009, yakni betapa negatifnya atmosfir kampanye pada Pilpres saat ini. Salah satu faktor penyebabnya adalah maraknya fitnah yang disampaikan dalam kampanye politik, atau yang biasa disebut dengan kampanye hitam.

Kampanye hitam ini bak bola salju yang menggelinding, dimulai dari seseorang yang menyampaikan kampanye negatif tanpa disertai bukti-bukti kemudian menyebar di berbagai media tanpa kendali. Bahkan media massa televisi terutama news channel yang seharusnya berimbang dalam pemberitaan-pemberitaannya justru malah ikut-ikutan “menggoreng” isu-isu yang termasuk kampanye hitam.

Sebagai contoh, kampanye hitam yang menyerang kubu Prabowo-Hatta adalah kembali diangkatnya isu pelanggaran HAM yang menyatakan bahwa Prabowo menculik aktivis pada 1998 silam. Padahal itu tidak pernah dapat dibuktikan karena ketiadaan putusan hukum Mahkamah Militer. Kubu Jokowi-Jusuf kalla pun tidak terhindar dari kampanye hitam ini, Jokowi diisukan sebagai pengkhianat rakyat karena tidak menyelesaikan masa jabatannya sebagai Walikota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta. Memang benar adanya, tetapi hal tersebut bukanlah tindakan pengkhianat karena tidak bertentangan dengan konstitusi negara.

Jika terus seperti ini, maka ada potensi buruk bagi masa depan politik negeri kita. Alih-alih warga Indonesia menjadi pemilih yang cerdas, justru dengan maraknya kampanye hitam ini malah akan menciptakan pemilih-pemilih yang subjektif, yang melihat kelemahan kubu lawan politiknya semata berdasarkan isu-isu fitnah, bukan berdasarkan visi-misi atau track record politisi yang mereka bela. Yang pada akhirnya hanya akan melahirkan politikus yang mengandalkan pencitraan semata. Merebaknya kampanye hitam ini juga berpotensi menciptakan pemilih-pemilih skeptis, di mana mereka akhirnya memilih untuk tidak memilih, alias golput.

Salah satu hal kecil yang dapat dilakukan untuk memerangi kampanye hitam adalah dengan tetap berpartisipasi dalam pemilu. Pilihan yang bijak, sesuai hati nurani, dan tidak terpengaruh oleh kampanye hitam, merupakan salah satu bentuk nyata dalam upaya memerangi kampanye hitam. Kemudian yang bisa kita lakukan selanjutnya adalah;

Pertama, cari sumber yang terpercaya dengan kenetralannya. Sumber dengan profesionalitas yang teruji biasanya bersifat netral dan informasi yang diberi dapat memberi gambaran yang jelas mengenai calon-calon presiden.

Kedua, hindari informasi yang diberikan media massa yang memiliki afiliasi dengan koalisi calon presiden/wakil presiden tertentu. Informasi yang didapatkan dari media ini sebaiknya di cross-check dengan sumber lain yang sifatnya netral. Maka dari itu, sebaiknya ketahuilah media massa mana yang bersifat netral.

Ketiga, rajin berkonsultasi dengan pemilih lain secara langsung. Konsultasi tidak harus dengan orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik, namun bisa dengan kolega, atau masyarakat awam guna melihat perspektif yang lebih luas.Tentunya informasi ini juga sebaiknya di cross-check dengan sumber yang terpercaya.

Keempat, berikan pula informasi yang benar dan sesuai kepada khalayak sebagai langkah untuk mencerdaskan bangsa. Hal ini juga membantu kita untuk re-check informasi yang didapatkan.

Terakhir, mari kita renungkan setiap informasi yang didapatkan. Hasil renungan ini dapat membantu kita untuk menentukan pilihan sesuai dengan yang kita harapkan.Tak kenal maka tak sayang, maka kenali capres pilihan kita dengan objektif dan seksama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s