Ragam / Sosok

Daru Purnomo : Hidup Adalah Pilihan

Daruoleh Alexio Alberto Cesar R. N.

Hidup adalah pilihan, Tuhan itu memberi huruf ‘b’ dan ‘d’ kepada kita. Huruf ‘b’ untuk ‘birth’ yakni kelahiran, dan ‘d’ untuk ‘dead’ yang berarti kematian. Namun di antara huruf ‘b’ dan ‘d’ ada huruf ‘c’ yakni ‘choose’. Artinya hidup ini yang menentukan adalah anda. Mau menjadi baik atau tidak, anda sendiri yang menentukan,” tutur Daru Purnomo.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom) yakni Daru Purnomo memulai pengabdiannya di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) sejak tahun 1985. Sudah 29 tahun Daru membagikan pengalaman dan ilmunya bagi kampus UKSW. Terlebih bagi Fiskom.

Fiskom pada awal tahun 2000 hanya memiliki satu progdi, sosiologi, pada 2004 bertambah satu progam studi Komunikasi, lalu 9 tahun kemudian lahirlah progdi Hubungan Internasional. Perkembangan juga datang dari pihak dosen. Berawal dari 6 dosen, kini menjadi 25 dosen. Dulu yang hanya 26 mahasiswa menjadi hampir 700 mahasiswa di Fiskom.

Saat ditanyai mengenai mahasiswa, Daru memperhatikan mahasiswa Fiskom memiliki beberapa kekurangan dan keunggulan. Menurut peninjauannya, permasalahan tidak datang dari IQ (Intelligence Quotients) mahasiswa, namun malah datang dari EQ (Emotional Quotients) mahasiswa.

Bagi Daru permasalahan yang sama juga dirasakan hampir di semua fakultas, di mana fokus mahasiswa terhadap apa yang akan dilakukan sangat kurang. Menurutnya, kecenderungan sikap SMA (Sekolah Menengah Atas) masih dibawa di bangku perkuliahan sehingga mereka kurang dewasa. Sikap inilah yang membuat kebanyakan mahasiswa menjadi tidak mempunyai pendirian.

“Jika memang sudah masuk ke dalam sebuah progdi, seriuslah di sana. Mereka rasanya sudah masuk di progdi ini, tetapi masih beberapa kurang sadar. Efeknya teman ikut kesini, ya ikut kesini, tidak mempunyai pendirian,” tutur Daru.

Kekurangan juga dirasakan dari fasilitas yang di pakai mahasiswa. Dimana mahasiswa harus mengikuti trend yang ada agar fasilitas yang digunakan tidaklah kadaluarsa. Keterbatasan dana juga menjadi salah satu permasalahan di Fiskom.

Namun jangan berkecil hati dengan keterbatasan yang dialami di Fiskom. Bila menghasilkan karya yang hebat dengan alat yang hebat itu normal. Namun menghasilkan suatu karya yang mengagumkan hanya dengan alat yang sederhana itu adalah kebanggaan.

Di samping kekurangan terdapat keunggulan yang menonjol dari mahasiswa Fiskom. Stakeholder (pemakai lulusan) Fiskom yang mengakui perkembangan yang positif. Ini terbukti bukan hanya gosip saja tapi dari data penelitian yang ada.

“Ada suatu kepercayaan dari masyarakat kepada Fiskom, dilihat dari para alumni yang digunakan oleh para pemakai lulusan Fiskom,” ujarnya.

Hidup memang pilihan di mana kita sendiri yang menentukan ke mana arah kita melangkah. Ingin menjadi mahasiswa yang sekedar kuliah, atau menjadi mahasiswa yang benar-benar mempersiapkan masa depan dengan baik. Itu semua kembali lagi ke diri kita masing-masing. ▪

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s