Puisi / Sastra

Bajingan Nirwana

oleh Gabriela Agmassini

Kau melenggok, melewati pilar-pilar putih ini
Menyetuhnya, bersembunyi di belakangnya
Kerlingan matamu, ya, kerlingan itu
Memaksaku mengikutimu, mengendusmu, menginginkanmu
Semilir angin sejuk membuat bulu romaku berdiri, kulihat pori kulit terbuka lebar
Kau di sana, duduk sejengkal dariku, tersenyum
Hilang nafas ini untuk sepersekian detik
Burung beterbangan, waktu berjalan lambat, percikan air tak bersuara
Apa ini?
Ingin rasanya ku menyimpanmu dalam pil, lalu menelannya, merasakanmu
Namun
Sekarang dimana engkau, sang permaisuri
Bayanganmu pun tak berjejak, wangimu hilang
Dimana kau sayangku?
Matahari menghitam, sungai membeku, dimana dirimu?!
Ini tak bagus, sama sekali tak bagus
Tak ingin ku melihat ada satu helaipun kelopak mawar yang menggores kulitmu
Adinda, dimana engkau?!
Apalah ini? Air merah mengalir deras melewati mata kakiku
Oh, tidak! Jangan kau sayangku, jangan!
Aku berlari menerjang kain-kain sutra pembatas, kudobrak semua pintu penghalang
Apa ini?!
Dinda, ada apa denganmu?!
Tangan kananmu menjerat sang bulan, nafasmu membekukan sungai
Kaki kirimu menginjak api sang mentari dan matamu
Ya, matamu
Matamu, dimana mereka? Dua kenari bulat coklat itu menghilang, tergantikan dengan
Apa itu? Aku tak tau apa itu… belikat?! Oh, tidak
Oh, tidak! Jangan! Jangan, kuserukan jangaaaann
Enyahlah kau setan! Kuakui khilaf ini kebablasan, ha!
Sekali lagi, kumohon
Enyah!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s