Opini

Bahasa Tubuh Seorang Penari

Bahasa Tubuh Seorang Penari

oleh Dorothy Louisis Riyadi

Pada umumnya semua jenis komunikasi sangat penting, baik komunikasi verbal maupun nonverbal. Namun tidak banyak orang dapat mengerti pesan apa yang mau disampaikan oleh pengirim pesan nonverbal, karena biasanya komunikasi nonverbal itu bersifat abstrak.

Karena komunikasi itu selalu intensional, maka pesan yang akan disampaikan oleh komunikan nonverbal pun harus intensional. Tarian misalnya, tidak banyak orang yang menyadari ketika menari ada pesan yang ingin penari sampaikan di setiap gerakannya.

Dari perspektif komunikasi, tarian tergolong kedalam beberapa jenis komunikasi nonverbal, antara lain; 1) komunikasi objek, dimana tarian disampaikan melalui kostum, warna dan bentuk, dan aksesoris penari misalnya. 2) komunikasi kinesik, dimana pesan disampaikan melalui gerakan tubuh yang meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh para penari.

Untuk fungsinya, tarian lebih mengarah kepada aksentuasi, atau mencoba memperteguh, menekankan atau melengkapi perilaku verbal. Misalnya menggunakan ekspresi wajah tersenyum untuk tarian yang senang dan gerakan kaki yang cepat untuk nuansa yang bersemangat.

Menurut penulis, sebuah tarian memiliki bahasa tubuh yang sangat menarik. Tanpa harus berbicara, dengan hanya menggerakan tubuh kita sesuai apa yang akan kita sampaikan. Tarian kontemporer pun harus punya emosi tersendiri, agar khalayak dapat merasakan apa yang mau penari sampaikan melalui tarian tersebut.

Memang tidak bisa dipungkiri jika komunikasi menggunakan media massa misalnya, juga penting. Namun tarian juga termasuk salah satu komunikasi nonverbal yang tidak kalah penting. Sayangnya jenis komunikasi dengan media tarian ini tidak terlalu sering dianalisis dan dikaji. Dan terakhir, patut kita beri jempol untuk para penari-penari ini karena mereka dapat menyampaikan pesan mereka melalui bahasa tubuh yang tidak semua orang bisa melakukannya.▪

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s