Sastra

Kita Keturunan Manusia?

oleh Bima Satria Putra

Aku percaya kepada Darwin dan teori evolusinya, tentang asumsinya mengenai makhluk hidup yang berubah dan menyesuaikan diri dengan alam. Sebenarnya gajah dulu berbulu lebat pada zaman es, kita menyebutnya mamot. Ketika bumi menjadi semakin panas, bulu mereka rontok. Dan sebenarnya jerapah adalah kuda, leher mereka memanjang karena memakan daun-daun pohon yang tinggi ketika rumput di kaki mereka semakin langka. Tetapi kenapa manusia menyangkal dirinya adalah kera? Apakah karena kera itu bodoh? Oh, jadi manusia sudah menanggap dirinya pintar. Aku tahu kenapa manusia tidak berani bercermin, sebab bayangan yang mereka lihat adalah kera. Ketika mereka mengatakan bahwa manusia serupa dengan Allah (imago dei), maka apakah Allah juga serupa dengan kera?

Pada suatu malam aku bermimpi, dan ini menjadi ramalanku pada setiap anak manusia, dengarkan! Akan tiba suatu zaman dimana matahari merangkul bumi dengan mesranya, dan langit terbuka erat. Kutub mencair dan daratan dilanda banjir besar, semacam air bah kedua setelah zaman Nuh. Daratan hanya sedikit yang tersisa dan manusia harus berenang. Ratusan ribu tahun kemudian selaput mulai muncul di telapak kaki mereka, dilehernya tumbuhlah insang, dan badan mereka dipenuhi sisik. Sementara itu manusia modern mati dan menjadi fosil. Lupalah mereka akan nenek moyang mereka, manusia.

Suatu hari, seorang diantara makhluk tersebut menemukan fosil manusia diantara sedimen yang tersisa didaratan. Ini temuan yang mengejutkan. Ia berasumsi kepada yang lain “sebenarnya kita adalah keturunan manusia yang tidak bersisik dan hidup didarat ratusan ribu tahun yang lalu. Dulu daratan sangat luas dan mereka tidak perlu berenang, sehingga tidak memerlukan selaput”. Yang lain tertawa lalu membunuhnya, karena kebenaran selalu salah, selalu kalah. Sejarah kemudian mencatat satu intelektual lagi mati karena pemikirannya, seperti Sokrates, Kopernikus dan Galileo. Yang lain percaya, sementara sisanya tidak. Dalam pikiran mereka sebenarnya bertanya “apakah kita benar keturunan manusia?” ▪

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s