Opini

Benih Demokrasi

oleh Arista Ayu Nanda

Pemilu adalah salah satu alat negara untuk mencapai sebuah sistem pemerintahan yang demokratis. Dimana rakyat terlibat langsung dalam memilih pemimpin mereka, kekuasaan ditangan rakyat, begitulah republik membentuk pemerintahan Indonesia. Hasil pemungutan suara secara nasional sudah dipublikasikan, bahkan sudah disahkan pemenang Pemilu 2014. Meski banyak isiden yang mewarnai sebelum pengesahan dimulai, tetapi kejadian tersebut tidak dapat mengurangi legitimasi yang diberikan rakyat kepada pemimpin baru yang dipilih.

Partisipasi masyarakat terlihat sangat aktif di pilpres tahun ini. Yang menjadi salah satu sorotan adalah saat para pemuda dan mahasiswa mengambil perannya dalam menyukseskan proses pemilu tersebut. Anak muda bisa dibilang sebagai ujung tombak bagi berdirinya sebuah negara dan peran yang dimiliki anak-anak muda sangatlah krusial, tetapi di pilpres tahun 2014 banyak sekali anak-anak muda dan para mahasiswa mulai membuka diri dan membuka pikiran untuk melihat hal yang berbeda. Terlihat para mahasiswa yang tidak dapat memilih ditempat asal mereka, rela repot untuk mengurus surat A5 di KPU, supaya mereka tetap bisa mengunakan hak pilih mereka. Dipicu oleh kesadaran akan satu suara menentukan kehidupan 5 tahun kedepan, kesalahan yang terlihat sederhana ternyata bisa berdampak sangat besar.

Ini baru awal, kesadaran akan pentingnya berpartisipasi secara aktif dan positif dalam mendukung kemajuan negara sudah muncul seperti benih yang pasti akan tumbuh menjadi besar. Memang terlihat tidak berarti apa-apa tapi dari situ akan ada harapan tumbuhnya sebuah negara yang demokratis di Indonesia. Dimulai dari anak-anak muda yang mau mengambil peran dan tanggung jawabnya disertai munculnya ruang publik yang terorganisasi dengan baik, hanya kesadaran akan perlunya mendukung, terlibat, memantau, dan mengoreksi pemerintahan. Ide-ide cerdas yang terartikulasikan dengan baik dan kritik-kritik yang membangun tanpa ada maksud untuk menjatuhkan.

Demokrasi murni bisa terwujud, tapi untuk mewujukannya memang tidaklah mudah, setiap tindakan masyarakat seperti benih yang tertanam. Benih untuk tumbuh dan menghasilkan buah perlu dijaga dan dirawat dengan benar. Memang harapan telah muncul dibenak masyarakat Indonesia, dan perjuangan belum berakhir. Jika benih itu baru saja bertunas, itu hanya awal sebuah kehidupan dan jika tumbuh semakin besar perlu perawatan yang lebih serius lagi, kalau tidak tanaman itu akan mati dan tidak menghasilkan apa-apa. Hanya harapan kosong.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s