Forum

Tentang Kawanan Pandir

Pandir

oleh Bima Satria Putra

Demokrasi adalah… lupakan soal definisi yang kaku mengenai demokrasi. Saya akan memberi penjelasan langsung. Jika anda mempunyai hak menentukan keputusan mengenai berapa jumlah bayaran pajak bumi dan bangunan, atau berapa jumlah kucuran subsidi bahan bakar minyak, itu namanya demokrasi. Entah itu secara langsung atau perwakilan, jika anda dapat terlibat aktif mengontrol kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan berkaitan dengan dengan kebutuhan hidup anda, itu baru demokrasi. Pengertian seperti ini dapat ditemukan dengan mudah di kamus-kamus dan Wikipedia.

Pada kenyataannya, demokrasi tidaklah demikian. Apakah kita merasa dapat terlibat secara aktif dan menentukan berapa jumlah bayaran pajak dan subsidi bahan bakar? Tidak. Apakah kita peduli? Tidak. Karena kita sengaja dibuat tidak peduli.

Noam Chomsky (2009) membahas sebuah konsepsi yang berbeda mengenai demokrasi. Demokrasi di sini berarti bahwa publik harus dihalangi dalam usahanya untuk mengatur urusan mereka, dan alat-alat informasi harus senantiasa dikontrol secara ketat. Tidak hanya secara teori, demokrasi jenis ini padahal sudah dipraktekkan sejak lama. Pandangan ini dapat dilacak dari periode awal revolusi demokrasi moderen yang diusung pada abad ke-17 di Inggris, kemudian pada demokrasi liberal dan progresif.

Lippman, ahli hukum Amerika, menjelaskan bahwa dalam demokrasi yang berjalan dengan baik, ada dua kelas masyarakat. Pertama, kelas elit atau para ahli yang memegang peran aktif dalam menjalankan hubungan-hubungan umum. Mereka yang menganalisa, melaksanakan, mengambil keputusan dan menjalankan segala hal di bidang politik, ekonomi dan sistem ideologi. Walaupun mereka secara presentasi hanya sedikit, tetapi merekalah yang memegang peran eksekutif dalam demokrasi. Kelas kedua adalah apa yang disebut oleh Lippman sebagai “kawanan pandir” yang merupakan mayoritas besar dari masyarakat. Kawanan pandir ini juga memunyai fungsi dalam demokrasi, yaitu sebagai “pemirsa demokrasi” (Chomsky 2009:18-20).

Ada semacam nilai moral yang memaksa di balik keadaan seperti itu. Nilai moral tersebut adalah bahwa publik terlalu bodoh untuk memahami sesuatu. Publik yang bodoh akan tetap digiring ke dunia yang tak dapat ternalarkan oleh mereka. Mereka dilarang menjadi partisipan atau aktor demokrasi, sebab hal itu hanya akan mendatangkan masalah.
Chomsky membuat pengandaian kawanan pandir sebagai anak umur tiga tahun yang tidak boleh dibiarkan menyebrang jalan. Karena anak usia tiga tahun tidak dapat menyebrang jalan dengan baik.

Jika kawanan pandir diberi kesempatan menjadi aktor, maka akan menyebabkan masalah besar. Kebanyakan masyarakat tidak tahu bahwa mereka memiliki kekuatan yang sangat besar untuk memengaruhi kebijakan pemerintah. Dan demi alasan moral, para kelas elit harus memastikan bahwa mereka tidak mengetahuinya.

Pikiran dan perhatian kawanan pandir teralihkan oleh isu-isu lain yang dianggap lebih penting. Seperti pertandingan sepakbola dan rilis album band baru. Chomsky menjelaskan bahwa diperlukan suatu alat untuk menjinakkan kawanan pandir. Dan penjinakan ini dilakukan melalui propaganda media massa. Ini merupakan sebuah revolusi baru dalam seni berdemokrasi, yang disebut dengan “rekayasa persetujuan”. Rekayasa tersebut dibentuk melalui opini publik, agenda setting, dan konsep framing.

Kita adalah kawanan pandir, saya dan anda yang membaca artikel ini. Kita tidak pernah benar-benar terlibat secara aktif dalam mengambil keputusan di pemerintahan. Mahasiswa disibukkan dengan tugas kuliah, sementara dosen dengan tugas mengajarnya. Dengan alasan moral memang sudah seharusnya begitu.

Tetapi dari konsepsi tersebut, saya mencoba memasukkan jenis kelas ketiga dalam demokrasi. Saya menyebutnya sebagai kelas “pandir elit”. Kelas ini tidak memegang peran eksekutif secara langsung, tetapi juga tidak menjadi pemirsa. Kelas ini sadar akan kekuatan yang dimilikinya, mereka sadar bahwa mereka dapat dengan aktif memengaruhi kebijakan pemerintah. Kelas ini memberi perlawanan kepada kelas ahli. Mereka adalah anak tiga tahun yang dapat menyebrang jalan tetapi tidak dibolehkan. Mereka adalah aktivis dan aktor gerakan sosial, atau siapa saja yang sadar dan memahami realitas yang ada.

Pertanyaannya sekarang, anda masuk kelas yang mana? Kawanan pandirkah?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s