Opini

Setipis Tinta Terhadap Almamater Yang Kucinta

Almamater

oleh Hardiono Arron Daud Unas *

Organisasi mahasiswa adalah sebuah perkumpulan mahasiswa, dimana ada suatu tujuan tertentu kita dapat meraihnya secara bersama-sama. Perkumpulan mahasiswa yang membentuk kesatuan dan menjadi suatu organisasi, harusnya mempunyai dasar yang kuat. Kitab Yeremia 17:7-8 mengatakan mengandalkan Tuhan adalah kunci hidup dan berhasil.

Menurut Notohamidjojo, Rektor pertama dan pendiri UKSW, tujuan organisasi Kristen adalah “melayani sesama manusia dan masyarakat dalam kasih dan keadilan untuk tercapainya hidup kemanusiaan yang penuh, dalam terang dan dalam perspektif kerajaan Allah”. Hal ini yang menjadi dasar bahwa Lembaga Kemahasiswaan (LK) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bukan hanya organisasi yang dapat membuat kegiatan dan selesai dalam satu periode tapi dapat memberikan dan menjadi peran dalam kehadirannya dengan usaha yang dilakukan bersama demi kemajuan bersama.

Memberi garis tebal terhadap judul “Kekritisan Mahasiswa yang Satya Wacana”, menurut saya pribadi kritis tidak hanya dilihat dari cara berpikir seseorang, namun kritis adalah ketika cara berpikir itu dapat menjadi suatu sikap. Sudah banyak orang yang kritis dalam berpikir, tapi hanya sedikit orang yang berani mengambil suatu sikap. Jadi dalam konteks paper ini saya tidak hanya memberikan cara berpikir saya mengenai Kekritisan Mahasiswa yang Satya Wacana, namun memperlihatkan bagaimana sikap saya ketika LK itu memiliki suatu peran penting dalam mewujudkannya.

Ketentuan Umum Keluarga Mahasiswa (KUKM) menurut saya adalah satu bukti bahwa kita sebagai mahasiswa dituntut untuk kritis dan memiliki jiwa Satya Wacana. Namun yang menjadi pertanyaan sekarang bagaimana cara berpikir kritis itu dapat menjadi suatu sikap. Bagaimana kritis itu tidak hanya sekedar menjadi peraturan atau teori tanpa ada implementasi yang nyata. KUKM tidak hanya sekedar bicara mengenai panduan kita sebagai mahasiswa yang bergabung di LK. KUKM juga tidak sekedar teori atau regulasi yang harus kita pahami. Lebih dari itu, KUKM merupakan nyawa kita sebagai mahasiswa Satya Wacana. KUKM UKSW 2011, pasal 8 ayat 6 berbicara mengenai Jaket keluarga mahasiswa adalah model jas yang ditetapkan oleh Universitas. Hak dan kewajiban kita sebagai mahasiswa adalah menggunakan atribut keluarga mahasiswa secara bertanggungjawab (KUKM UKSW 2011 pasal 7 ayat 2 j).

Fenomena yang ada sekarang, jas almamater hanya dianggap sebagai jas yang dimiliki oleh mahasiswa UKSW dan bukan merupakan identitas yang harus digunakan secara bertanggungjawab. Padahal ketika saya melakukan benchmarking antara UKSW dengan Universitas lainnya (pada saat studi banding LK Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW tahun 2012-2014: dalam hal ini ada tiga universitas), dari pemahaman saya, LK UKSW adalah LK yang benar-benar merefleksikan akan suatu keprihatinan kita terhadap nilai-nilai yang ada di Universitas. Dibandingkan dengan universitas lain, mereka lebih berorientasi pada kegiatan yang akan dilaksanakan. Namun mereka lebih dapat menghargai akan jas almamater sebagai identitas mahasiswa. Misal, mereka tidak berkenan makan, merokok, berkendara menggunakan jas almamater. Ketika jas almamater digunakan, mereka menggunakan pakaian berkerah dan celana panjang, bahkan menggulung jas almamater-pun mereka anggap bahwa itu adalah suatu tanda tidak menghormati almamater. Sikap saya bersama LK FEB UKSW periode 2014-2014 lakukan adalah mengkaji fenomena tersebut dan melakukan tindakan nyata mengenai bagaimana kita menghargai jas almamater.

Pemimpin di Satya Wacana memiliki kualitas diri seperti kasih, pengabdian, memiliki misi dan visi, insight, berkeyakinan kuat, tahan uji, kerja keras dan disiplin. Sifat pemimpin tersebut merupakan rumusan dasar kepemimpinan oleh Pak Notohamidjojo dan dikenal dengan astadharma (delapan kewajiban). Kualitas tersebut membuat kita sebagai mahasiswa diposisikan sebagai Creative Minority. Minoritas berdaya cipta, yang merupakan suatu tahapan awal.

Nota Ketua di LK FEB mengenai penggunaan jas almamater adalah hal kecil bahkan dapat dikatakan pemikiran minoritas yang kami lakukan untuk menunjukkan kecintaan kami terhadap almamater ini. Disini yang saya maksud adalah ketika LK memberikan peran dalam Membangun Kekritisan Mahasiswa yang Satya Wacana. Kritis ketika berani mengambil suatu sikap, meskipun sikap itu adalah sikap yang sangat “kecil” bahkan sikap yang dapat dikatakan “minoritas” namun ketika melupakan hal tersebut berarti kita telah melewatkan hal besar. Karena mahasiswa UKSW memiliki kualitas creative minority yang artinya pribadi yang memiliki potensi untuk melakukan hal besar.

* MAHASISWA FAKULTAS EKONOMIKA & BISNIS

KETUA SENAT MAHASISWA UKSW 2014-2015

Iklan

One thought on “Setipis Tinta Terhadap Almamater Yang Kucinta

  1. Ping-balik: Telanjangi Diri Dari Jas Almamater | Arya Adikristya Nonoputra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s