Puisi / Sastra

Tawanan Perang

oleh Jeliana G Seilatuw

Lapangan basket penuh dengan banyak manusia
Ratusan pasang mata siap melucuti pemilik rahasia
Sekalipun si perempuan tahu ini mungkin jadi sia-sia
Tapi rasa itu harus dia ungkap sebelum termakan usia

Sepasang kakinya melangkah ragu
Maju untuk melepaskan tawanan perang dari belenggu
Mata-mata bengis mengikutinya sambil mengangkat dagu
Sang tawanan perang hanya bisa menunggu

Dihadapan sebuah konsesus patriarkis
Dihujam ratusan tatapan bengis
Tawanan perang dibebaskan dari belenggu amis
Konsesus kolot yang menempatkan cinta dalam krisis

Berpegang pada masa depan tak tentu
Si perempuan memohon pada Sang Waktu
Membebaskan rasa tak terucap dan membuntu
Cinta, ialah sang tawanan perang itu

Mahasiswa Komunikasi Fiskom 2011, Pemimpin Umum Lentera 2013
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s