Ragam

Sensasi Mahasiswa ‘Ngawul’

Sensasi Mahasiswa Ngawul  oleh Chikitta Carnelian

Akhir-akhir ini saya mendengarkan beberapa kawan terdekat saya di Fiskom mengenai ngawul. Apa itu ngawul? Ngawul merupakan suatu kegiatan berbelanja baju second. Ada beberapa tempat ngawul di Salatiga seperti di Jalan Osamaliki dan di Ngawen. Biasanya kawan-kawan Fiskom saya ngawul di daerah Bawen.

Belanja secondhand mengingatkan saya pada saat saya membaca tips di Vogue.com. Salah satu tips untuk mengikuti tren dengan harga cukup miring adalah membeli pakaian di vintage atau thrift shop. Vintage sebenarnya merupakan cara berpakaian atau model berpakaian gaya lama namun tidak antik, seperti mode tahun 1920an hingga 1990an. Gaya berpakaian vintage sedang tren lagi di dua tahun belakangan ini. Seperti tahun ini mode berpakaian lebih kearah tahun 1960an dan 1970an.

Bila ingin mengikuti mode yang benar-benar vintage namun bajunya baru umumnya harganya cukup mahal. Ada beberapa merk pakaian high class yang menyajikan mode-mode baju vintage seperti Macy’s, ataupun Urban Outfitters.  Ataupun kita bisa pergi untuk berbelanja di toko vintage  yang umumnya harganya cukup mahal karena kita dianggap membeli potongan kenangan sejarah. Maka dari itu cara termudah dan termurah adalah ngawul.

Beberapa kawan saya yang sering ngawul dapat menemukan marang-barang otentik yang sangat apik untuk dilihat. Ada teman saya yang mendapat kemeja-kemeja bohemian ala tahun 1970an. Ada juga yang mendapatkan blouse yang sangat 60’an sekali. Barang-barang itu umumnya mereka temukan dengan harga di bawah 40 ribu rupiah.

Ketika ditanya mengenai sensasi bagi teman-teman saya yang sering ngawul mereka menganggap kegiatan ini sangat mengasikkan. Karena mereka dapat menemukan potongan pakaian gaya lama yang unik dan bagus dengan harga miring di tumpukan baju-baju bekas. Bagi teman-teman saya yang lebih highclass yang beru pertama kali ngawul, keluhan mereka hanyalah tempat ngawul umumnya kotor dan berdebu kadang juga bau, namun semua terobati pada saat mereka menemukan pakaian impian mereka.

Saya memang pecinta vintage 20an-60an. Namun saya belum punya kesempatan ngawul. Awalnya saya berpikir ngawul itu kotor, barang bekas dipakai orang. Mungkin pakaian lama yang sudah bekas ketiak orang lain. Namun sesudah diloundry pakaian itu jadi bersih dan setahu saya belum ada teman-teman saya yang sakit kulit karena baju ngawul. Hanya tips saja bagi teman-teman yang tertarik untuk ngawul pilih tempat ngawul yang tidak lebih dari 50 ribu, teliti baju yang kamu pilih cermati jahitannya,dan laundry sesudah dibeli, jangan langsung di pakai. Cermat sebelum membeli!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s