Salatiga

Forped BCB Tolak Pembangunan Mall

Demo yang dilakukan Forum Peduli (Forped) Benda Cagar Budaya (BCB) pada Selasa, (15/9) menentang pusat perbelanjaan dan menuntut pembangunan kembali cagar budaya.

Demo yang dilakukan Forum Peduli (Forped) Benda Cagar Budaya (BCB) pada Selasa, (15/9) menentang pusat perbelanjaan dan menuntut pembangunan kembali cagar budaya. Foto : Setyaji Rizki Utomo

Forped BCB melakukan long march di Jalan Jendral Sudirman, Salatiga.

Forped BCB melakukan long march di Jalan Jendral Sudirman, Salatiga. Foto : Bima Satria Putra

Forped BCB berorasi di Pasar Raya Salatiga. Foto : Bima Satria Putra

Forped BCB berorasi di Pasar Raya Salatiga. Foto : Bima Satria Putra

Long march Forped berakhir di gedung DPRD Salatiga dan disambut oleh Ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistyo.Foto

Long march Forped berakhir di gedung DPRD Salatiga dan disambut oleh Ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistyo.Foto : Setyaji Rizki Utomo

Salatiga – Forum Peduli (Forped) Benda Cagar Budaya (BCB) Salatiga mengadakan aksi menolak rencana pembangunan Mall di bangunan eks-Kodim Salatiga pada pukul 09.00 Selasa (16/9).

Dulunya bekas markas eks-Kodim merupakan salah satu bangunan Cagar Budaya di kota Salatiga yaitu penginapan Hotel Blommestein bekas peninggalan Belanda, Setelah markas Kodim pindah ke tempat baru yaitu tepat diseberang jalan, bangunan BCB tersebut lalu tidak terurus dan terlihat rusak di sana sini. Hingga sekarang tempat tersebut akan diruntuhkan dan dibangun Mall. Kegiatan aksi ini sudah dilakukan sejak tahun 2010, tetapi jawaban dari aksi tersebut belum tersampaikan ke pihak DPRD. Aksi unjuk rasa ini dimulai dengan penempatan tanaman di sekitar Bangunan BCB, kemudian orasi yang dibacakan oleh koordinator Forped BCB, Arnold Fredo Binter. Arnold menyatakan bahwa pembangunan mall seharusnya jangan sampai merusak suatu BCB di Salatiga, seharusnya BCB di rehabilitasi agar dapat dinikmati pengunjung maupun masyarakat Salatiga.

Perjalanan dilakukan dari depan lokasi bekas Kodim yaitu di Jl.Diponegoro, Jl. Jend. Sudirman hingga ke kantor DPRD Salatiga di Jl. Letjen Sukowati. Sampai di kantor Anggota Forped menunggu anggota DPRD untuk menemui mereka. Alhasil, salah satu keputusan DPRD adalah akan dibicarakan lagi mengenai kejelasan pembangunan Mall dan rehabilitasi BCB. “Saya tahu kalau di sana mau dibuat mall, tapi tidak tahu mengenai adanya pagar seng dilokasi pembangunan. Bahkan tidak ada secarik kertas maupun sms datang ke saya. Dan saya baru tahu mengenai perkembangan pembangunan mall di lokasi setelah anggota Forped datang,” ucap Teddy Sulistyo, Ketua DPRD Salatiga.

“Seperti yang disampaikan di DPRD Salatiga, bahwa salatiga termasuk di salah satu 30 kota pusaka yang memiliki BCB yang banyak. Alasan kami melakukan aksi ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa gedung eks-kodim ini belum lengkap perijinannya” ucap Arnold Fredo Binter, Koordinator Forped BCB.

(Billiam Simon Harthadi Ed. Bima Satria Putra)

Iklan

One thought on “Forped BCB Tolak Pembangunan Mall

  1. Aneh, warga Sala3 smua saja sudah tau kalau bakal di bangun mal disana,,tp hanya 1 orang yg belum tahu…Halo pak DPRD kmn saja yaa?
    Forped jangan hanya mendemo yang lokasi mal saja , tapi demolah bangunan sejarah lain yang bernasib sama. Seakan2 gak suka ya ada mall lg di Salatiga? Ingat lho kalau andai sudah terbangun tapi ketemu ikut belanja disana…hehe. Maaf sebelumnya yaa.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s