Puisi / Sastra

Terang Bulan

oleh Gabrilla Hersinta Putri *

Sejenak kembli ke zaman nabi
Cahaya bulanpun mulai menujukan kharismanya
Cahaya temaram sang rembulan
Bahkan goresan sajak terindah pun tak mampu menggambarkan elok paras cantikmu bulan
dengan cahaya mu yang temaram, sendu dan lembut, aku hanya bisa berucap bahwa kau tetap jelita bulan,
Terangmu terpancar indah, tak sedetikpun kau redup.
Hingga pagi, tidurku kan tersinari olehmu
Bulan dengarkan sesumbarku tentang eloknya dirimu, senyumu, parasmu
Inginku peluk engkau bulan dan tak ingin ku lepaskan
Bulan walaupun engkau jauh disana, aku akan setia menanti
Menanti hingga saat kuada di sampingmu
Berdua denganmu bulan mengikatkan kasih diantara dua insan yang berbungabunga
mimpi kecilku menjadi sepertimu ,di mana saat mentari seakan murung dan keindahan dunia hilang, kehadiranmu memberikan secercah harapan, untuk kembali mlihat eloknya dunia
Rasa lelahku, penatku, bahkan puncak kesedihanku takkan mampu mengalahkan perasaanmu saat semua orang terlalu terbelenggu keindahan dunia tanpa memperhatikanmu.namun saat titik tergelap dunia menyeimuti, saat itulah mereka mengingatmu… oh bulan..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s