Kampus

KBM Fair, Tempat Show Up KBM

Picture 003

oleh Gabriella Agmassini *

Senat Mahasiswa Fiskom beserta Flavianus Der Melsasail, Korbidkem (Koordinator Bidang Kemahasiswaan) Fiskom, bekerja sama untuk melaksanakan kegiatan KBM (Kelompok Bakat Minat) Fair. KBM Fair ini diharapkan dapat mengekspos dan memamerkan keberadaan KBM yang ada dalam fakultas.

Grace Raga Lawa, Kepala Bidang professional skill, menjelaskan bahwa layaknya Job Fair yang memamerkan informasi dan membuka bursa perekrutan tenaga kerja baru untuk perusahaan, seperti itulah KBM Fair akan dilaksanakan. KBM Fair membuka bursa perekrutan anggota dalam kesempatan, waktu dan tempat yang sama, sehingga dapat efektif merekrut anggota baru. Selain itu, ketimpangan jumlah anggota yang disebabkan oleh lamanya promosi yang telah dilakukan KBM  dapat diminimalisir.

Ide atas KBM Fair ini dicetus oleh Flavi, yang kemudian diusulkan kepada SMF. Flavi menegaskan bahwa ketimpangan jumlah anggota KBM bukanlah dasar pemikiran Flavi, karena hal keanggotaan tersebut menjadi hak dan kebebasan mahasiswa untuk memilih KBM mana yang ingin mereka ikuti. Tujuan utama KBM Fair adalah untuk mengekspos keberadaan KBM dalam lingkup fakultas dan mendorong mahasiswa baru untuk aktif dalam kegiatan KBM. Karena ia yakin untuk dapat menciptakan pribadi yang unggul, seorang mahasiswa haruslah memiliki professional skill dan humanistic skill yang memadai. “Ya kalau kita tahu untuk membentuk pribadi yang unggul, itu kan tidak hanya di dalam kelas, tapi juga harus ditunjang dengan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan professional skill dan humanistic skill mereka. Karena itu disarankan bagi setiap mahasiswa baru untuk ikut terlibat dalam KBM,” ujar Flavi.

Flavi juga menambahkann bahwa Lewat KBM Fair ini setiap KBM Fiskom dapat membuka bursa pendaftaran anggota baru, memamerkan karya-karya mereka, dan yang paling penting adalah menunjukkan eksistensi mereka sebagai sebuah KBM.

Apabila kita menilik sedikit ke belakang, maka kita akan melihat Fiskom Week yang sama-sama mempersilakan KBM untuk dapat show up di hadapan mahasiswa. Ketika ditanya perbedaan antara Fiskom Week dan KBM Fair, Flavi dengan gamblang menjelaskan bahwa KBM Fair jelas tujuannya untuk mengekspos KBM kepada mahasiswa baru, dan secara tidak langsung mendorong mahasiswa baru untuk turut aktif dalam kegiatan KBM. Sementara Fiskom Week diadakan dalam rangkaian Dies Natalis Fiskom dengan tujuan untuk merayakan ulang tahun Fiskom.

Dalam Dies Natalis Fiskom, semua elemen dalam Fiskom diharapkan dapat mengambil bagian dalam pesta ulang tahun ini. Begitu pula dengan KBM dan komunitas dalam lingkup fakultas, seperti Kombi Gugub (Komunitas Guru-Guru Berjalan). Karena komunitas ini walaupun dalam perekrutan anggotanya bisa dari fakultas lain ataupun ruang lingkup lain, namun tetap saja komunitas ini diinisisasi oleh mahasiswa Fiskom. Grace juga menambahkan bahwa KBM Fair adalah langkah awal untuk kesuksesan Fiskom Week. “Ya pokoknya nanti dirasain sajalah secara langsung perbedaannya,” ujar Grace.

Sejauh ini sudah terjadi dua kali rapat persiapan. Grace mengatakan bahwa kegiatan ini sedang diusahakan untuk dilaksanakan minggu ini atau minggu depan. Namun, untuk tanggal belum dapat dipastikan lagi karena proposal acara sedang dalam proses untuk ditandatangani oleh dekan. “Lebih cepat lebih baik.”, tambah Grace.

Namun walaupun proposal sedang dalam proses, Flavi menegaskan bahwa acara ini pasti akan berlangsung.

* MAHASISWI HUBUNGAN INTERNASIONAL FISKOM 2014

BENDAHARA LENTERA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s