Puisi / Sastra

Dunia

oleh Jeliana Gabriela Seilatuw
Jika dunia mengambil pilihan untuk berperang,
Jika manusia dikuasai berang,
Jika segala situasi mulai terasa tegang,
Dan jika tak ada pilar untuk berpegang,
Akankah Sang Waktu mengembalikan hari-hariku yang tenang?
Ya, perang menjadi tenang.

Jika cinta akan sesama telah pupus,
Jika kebohongan membuat wajah tirus,
Jika tak ada lagi hati yang tulus,
Dan jika persaudaraan yang rukun itu putus,
Akankah Sang Waktu memberi Kasih untuk diutus?
Ya, Kasih ‘kan membawa kembali semua yang pernah pupus.

Jika semangat berubah menjadi sebuah tekanan,
Jika asa berubah menjadi sekedar khayalan,
Jika cita berubah menjadi bayangan,
Dan hidup tidak lagi berarti sebuah harapan,
Akankah Sang Waktu menunjukan cara lain untuk bertahan?
Ya, hal yang berubah adalah salah satu cara untuk terus bertahan.

Apa ini terdengar seperti sebuah puisi?
Tidak. Ini pertanyaan yang menari di benakku.
Apa ini terkesan seperti aku ini ingin mati?
Tidak. Ini menunjukan aku ingin bisa menikmati sisa hidupku.
Apa ini membuat kau merasa seolah aku ingin ditangisi?
Tidak. Aku sudah cukup lelah untuk menangisi diriku.

Jadi,
Ini adalah mimpi yang menjadi nyata.
Ini adalah harapan yang menjadi realita.
Ini adalah doa yang suatu saat akan dilihat oleh tiap mata!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s