Kampus

Ragazze Quartet, Bentuk Apresiasi Musik Klasik

Ragazze Quartet adalah sebuah kwartet gesek Belanda yang terdiri dari musisi muda, yakni Rosa Arnold –violin, Jeanita Vriens–violin, Annemijn Bergkotte–viola, Kirsten Jenson–cello. Mereka adalah lulusan Netherlands String Quartet Academy (NSQA), Belanda. Ini pengalaman pertama Ragazze Quartet mengadakan konser di Salatiga, Senin (13/10) lalu tepatnya di Balairung Utama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Sebelumnya mereka mengadakan konser di Jakarta, setelah dari Salatiga mereka akan mengadakan konser di Bandung.

Kolaborasi Ragazze Quartet dengan gamelan dari Fakultas Seni dan Pertunjukan (FSP) UKSW

Kolaborasi Ragazze Quartet dengan gamelan dari Fakultas Seni dan Pertunjukan (FSP) UKSW (Foto : Galih Agus)

Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) UKSW, yang bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, Jakarta, mencoba memberikan konser klasik yang sedikit berbeda.

Bahwasannya Ragazze Quartet tidak hanya memainkan repertoar karya Ludwid V. Beethoven, Antonin Dvorak, Erwin Schulhoff, Philp Glass dan Chiel Meijering, namun juga mereka memainkan sebuah karya kolaborasi dengan gamelan yang diciptakan oleh komposer, Reza Namavar.

Personil Ragazze Quartet berpose.

Personil Ragazze Quartet berpose.

Para pengrawit, atau penabuh Karawitan, diisi oleh mahasiswa FSP yang mengikuti mata kuliah Ansambel Etnis (gamelan). Rachel Mediana Untung, Ketua Tim Produksi, mengatakan bahwa konser ini adalah bentuk apresiasi untuk meningkatkan pengetahuan tentang musik klasik kepada hadirin.

“Kami melihat para penonton semakin meningkat. Dulu yang datang itu-itu saja, sekarang yang datang beragam. Malam ini yang datang kurang lebih sebanyak 600 orang,” ujar Medi sapaan akrab dari Rachel Mediana Untung.

Medi juga memiliki harapan agar acara seperti ini terus berkelanjutan. “Kalau dalam hal kerjasama, kita ingin terus berkelanjutan. Pertama kita juga memiliki potensi dan kedua kami ingin sebagai lembaga musik yang saling berdekatan dengan lembaga musik yang lainnya, seperti Jepang dan Jerman,” tutur Medi.

(Alexio Alberto Cesar, Ed.Bima Satria Putra)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s