Puisi / Sastra

Saksi Bisu

Saksi Bisu

oleh Tunjung Wijanarka

Angin berhembus pelan ke arahnya
Mentari mendekapnya dengan sapa
Banyak pasang mata lalu lalang di depannya
Tanpa sapa dan tawa orang orang itu
Entah kapan ia terbangun
Entah kapan ia tertidur
Yang pasti ia mengawasi
Mengawasi ribuan hati
Hati yang teguh tuk menggali
Menggali harapan dan juga ilmu
Sayang, ia hanya bisa menjadi saksi bisu bagi kita

Ruang Stradivarius

oleh Altha Barasphati

Indah gema dalam jemari yang menari ..
Menghantar diri ke bayang semu ..
Apalah arti aku membawamu ke alam mimpi?
Bila aku tidak bisa menyatukan hati ..
Seribu nada tercipta dalam bayang ..
Tangisan teriris bagai pedang ..
Tertunduk aku dalam ruang hampa ..
Kutemukan sejuta nada dari seorang wanita ..
Entah siapa dia, begitu ayu parasnya ..
Andai aku tidak mati, pasti tidak lagi begini ..
Hanya untuk aku kenang ..
Dan sebatas aku bukan seorang pemenang ..

Siapa Berani Bilang?

oleh Arya Adikristya Nonoputra

Cengkerik yang nyaring
Aku merasa ada yang hilang
Pantasan bising
Aku menyayangimu, siapa
berani bilang?
Selain aku,
Selain aku.
Aku.
Aku.
A-K-U.
Aku.
Aku.
Aku.
Aku.
Aku.
Aku!
Aku!
Aku?
Aku?
Aku?
Aku?
Aku…
Aku.
Aku?
Akui saja!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s