Uncategorized

Malam Kekerasan (Makras)

stop_violence_by_quazi_ratm

Sudah menjadi rahasia umum, jika masa orientasi atau malam keakraban selalu diselimuti oleh kekerasan. Misalkan saja di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang tahun lalu menewaskan satu mahasiswa baru pada masa orientasi. Hal serupa juga terjadi di Unhas Makassar dan beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia.

Beruntung UKSW tidak separah itu. Paling-paling, mahasiswa baru hanya diberikan tugas untuk mencari tanda tangan senior atau mengenakan kaos kaki belang dan caping. Atau di Fakultas Teknologi dan Informatika (FTI) UKSW, mahasiswa baru berjenis kelamin laki-laki rambutnya diplontosi.

Biasanya, pembentukan mental, kemandirian, dan ketegasan adalah beberapa alasan klasik yang sering diumbar-umbar oleh para senior. Dengan demikian biasanya senior dapat melegitimasi perbuatan kasarnya kepada mahasiswa baru. Padahal, perbuatan kasar tersebut sebenarnya tidak lain adalah bentuk balas dendam atau pelampiasan para senior terhadap kekerasan yang dialaminya pada masa orientasi terdahulu. Kekerasan harus dibalas dengan kekerasan. Jika dulu saya dikerasin, kenapa anda tidak?

Yang patut digarisbawahi di sini adalah bahwa kekerasan, tidak melulu hanya dalam bentuk kekerasan fisik. Kekerasan mental dalam bentuk umpatan (verbal), intimidasi dan ancaman, dan perilaku semena-mena para senior terhadap mahasiswa baru, juga merupakan bentuk kekerasan.

Bagaimanapun juga, bentuk kekerasan pada masa orientasi dalam bentuk apapun adalah sesuatu yang tidak dapat dibenarkan. Hal ini sebenarnya tidak lain bertujuan untuk mencegah terlahirnya ‘benih-benih’ kekerasan baru pada masa yang akan datang.

Entah melalui permainan, pengabdian masyarakat atau diskusi, seharusnya ada cara yang lebih ‘manusiawi’ untuk mengorientasi dan pengenalan mahasiswa baru. Sebagai sebuah institusi pendidikan, entah itu masa orientasi, perkenalan, malam keakraban dan apapun namanya, kegiatan semacam itu harus bisa ‘memahasiswakan’ mahasiswa baru. Hal ini harus menjadi refleksi kritis tentang bagaimana seharusnya kaum intelektual mengorientasi dirinya sendiri.

Begitu pula di Fiskom. Tidak lama lagi, malam keakraban akan dilaksanakan. Walaupun kali  ini malam keakraban –FOOT- akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, besar harapan akan terciptanya kehangatan dan rasa kekeluargaan dikalangan sivitas akademika Fiskom UKSW. Tidak lain dan tidak bukan, untuk menyambut anggota keluarga baru di fakultas tercinta ini.

Iklan

One thought on “Malam Kekerasan (Makras)

  1. Berbeda masa dan periode, maka pasti akan berbeda juga masa pembentukan kesiapan diri dan mental, seperti transisi dari seorang siswa sma menjadi mahasiswa dengan aras pemikiran yang lebih dewasa (harapannya). Bentuk pembinaanpun yang kemarin (mungkin) dianggap sebagai bentuk bully atau apapun itu. Namun, bentuk kekerasan itu tidak pernah ada yang dalam bemturam fisik secara langsung. Namun, dari hasil binaan mental itu kita jadi tahu bagaimana harus bersikap respek dan lebih menghargai setiap bagian yang ada di Fiskom sendiri. Bukan hanya dengan atu angkatan, tetapi juga dengan angkatan atas ataupun angkatan bawah. Tidak menjadikan masing angkatan hanya menjadi urusan angkatan sendiri. Keakraban pun lebih terbentuk dengan angkatan angkatan lainnya. Sehingga masih bisa dan mau mengenal angkatan lain yang ada di dalam Fiskom!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s