Opini

Inspirator Bodoh

oleh Yaser Wunga*

Inspirator bodoh

Mungkin ketika kita mendengar kata inspirator, yang pertama terlintas di benak kita adalah seseorang yang bisa memberi inspirasi kepada orang lain, seseorang yang bisa membuat orang lain berubah menjadi lebih baik. Tapi di sini kita harus bisa membedakan kata inspirasi dan motivasi, karena kebanyakan orang mengartikan bahwa inspirasi dan motivasi itu adalah dua hal yang sama.

Inspirasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “petunjuk Tuhan yang timbul dalam hati” atau “sesuatu yang menggerakkan hati untuk mencipta”. Motivasi berasal katanya “movere” yang berarti menggerakkan, lantas jika dimaknai lebih lanjut, motivasi berarti pemberian motif ataupun sesuatu yang dapat menimbulkan dorongan melakukan sesuatu.

Sebenarnya jika diperhatikan lebih baik, istilah inspirasi atau motivasi sama-sama menjadi sumber yang menggerakkan orang untuk bertindak. Hanya saja, terkadang istilah motivasi sering kali dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat eksternal, atau dengan kata lain motif atau sumber pendorongnya adalah sesuatu yang berasal dari luar, dengan demikian, motivasi seringkali dikaitkan dengan motif-motif luar yang menggerakkan untuk bertindak. Misalkan saja uang, popularitas, paksaan dari luar dan lain- lain. Sebaliknya, istilah inspirasi lebih banyak saya kaitkan dengan sumber yang bersifat internal. Sesuatu yang membuat kita tersadar yang akhirnya membuat kita tergerak untuk melakukan sesuatu. Itulah inspirasi.

Namun, terkadang kita sebagai manusia bisa menjadi inspirator buat orang lain melalui kata-kata, melalui tindakan/perhatian dan melalui sikap. Terkadang kita itu bisa menjadi malaikat buat orang lain dengan menasihati, membimbing, dan mengarahkan orang lain. Namun kita itu tidak sadar bahwa kita memerlukan inspirasi untuk diri sendiri dan inspirasi dari orang lain, karena kebanyakan dari kita itu bisa saja menjadi inspirator buat orang lain, namun belum tentu kita itu bisa menginspirasi atau menjadi inspirator untuk diri kita sendiri, karena orang lain melihat apakah yang disampaikan itu sesuai dengan pribadi orang yang menyampaikan. Contoh, ketika seseorang menginspirasi orang lain untuk belajar lebih serius, apakah orang itu sudah belajar dengan serius?

Di sini kita dapat berpikir betapa pentingnya sikap, perilaku, dan perbuatan kita terhadap diri sendiri, sebelum kita menginspirasi seseorang. Apapun yang kita katakan dan lakukan harus sesuai dengan pribadi kita sendiri. Paling tidak, inspirasi yang disampaikan memenuhi beberapa poin berikut : Pertama, sesuatu yang disampaikan harus bermanfaat dan sesuai dengan keadaan. Kedua, memberikan poin-poin penting terhadap apa yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Ketiga, menenangkan dan memberi kata-kata motivasi. Keempat, berempati atau turut merasakan agar kita bisa cari cara yang sesuai untuk menyelesaikan.

So, jadilah inspirasi untuk dirimu sendiri, maka orang lain yang melihat juga akan terinspirasi olehmu.

* Jurnalis Lentera

Mahasiswa Hubungan Internasional Fiskom 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s