Kampus

Boni Hargens: Kepemimpinan Kristen Harus Melayani

Akademisi Universitas Indonesia Boni Hargens bahas materi mengenai nilai-nilai kepemimpinan Kristen.

Akademisi Universitas Indonesia Boni Hargens bahas materi mengenai nilai-nilai kepemimpinan Kristen.

UKSW bekerja sama dengan Yayasan Bina Dharma Salatiga mengadakan Semiloka dan Call for Journal dengan mengangkat tema “Aktualisasi Kepemimpinan Kristen dalam Perubahan Kepemimpinan Nasional”. Kegiatan ini  berlangsung dari Jumat (07/11) hingga Sabtu (08/11) bertempat di gedung Yayasan Bina Dharma Salatiga.

Richard Mayopu, Panitia Seminar, mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mengingat bahwa tahun ini adalah tahun politik, karena secara berturut-turut telah diselenggarakan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Richard juga menjelaskan bahwa disela-sela pola kepemimpinan itu telah terjadi sedikit perubahan, terutama berkaitan dengan aktualisasi kepemimpinan seperti apa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini.

“Memang kita menggunakan judul bertajuk Kepemimpinan Kristen, tetapi yang kita maksud disini bukan orang Kristen, tetapi nilai-nilai Kristen-nya itu,” ungkap Richard Mayopu. Menurutnya, banyak problematika yang terjadi pada proses kepemimpinan yang sebenarnya masih harus dibenahi dengan ajaran nilai-nilai Kristen tersebut.

Semiloka tersebut dihadiri perwakilan pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), akademisi Universitas Indonesia Boni Hargens dan Mantan Ketua DPP PDIP Firman Jaya Daeli. Beberapa topik yang dibahas dalam Seminar Nasional ini adalah bagaimana kepemimpinan Kristen jika dilihat dari beberapa sudut pandang, pembangunan berbasis kebudayaan dan bagaimana posisi gereja dalam kepemimpinan nasional.

“Kalau kita berbicara mengenai kepemimpinan Kristen, kita harus melayani, bukan dilayani. Pemimpin harus sesuai dengan realitas dan terbuka terhadap masyarakat,” ujar Boni Hargens yang juga menjadi pengamat politik Indonesia tersebut. Menurutnya, sosok Jokowi merupakan pemimpin yang melayani, karena melalui gaya blusukan-nya Jokowi terjun langsung ke masyarakat.

Sementara Mantan Ketua DPP PDI Perjuangan Firman Jaya Daeli, berpandangan bahwa Mahatma Gandhi atau yang dikenal sebagai pemimimpin spiritual sekaligus politikus India itu adalah sosok pemimpin impian yang saat ini didambakan oleh banyak orang. “Pendekatan tanpa kekerasan ala Mahatma Gandhi sepertinya menular kepada Presiden kita saat ini,” ujar Firman yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Pusat itu.

Yayasan Bina Dharma juga merencanakan akan berkerjasama dengan UKSW dan beberapa instasi lain untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bentuk bimbingan kepada generasi muda. Bimbingan ini bertujuan untuk menjadikan generasi muda berpotensi menjadi pemimpin tanpa harus bergantung kepada generasi tua.

Seminar Kepemimpinan Aktualisasi Kepemimpinan Kristen tersebut kemudian diakhiri dengan foto bersama dan pembagian buku Religiositas di Alinea Tiga : Pluralisme, Nasionalisme dan Transformasi Agama-Agama karya Rektor UKSW John A. Titaley secara gratis.

SETYAJI RIZKI UTOMO, ED. BIMA SATRIA PUTRA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s