Uncategorized

HI Jangan Diminta Berlari!

Bayi yang baru lahir, ia tidak dapat diminta berlari. Ia memerlukan sebuah proses untuk itu. Pertama-tama, ia harus merangkak. Setelah merangkak, dengan jatuh bangun sang bayi harus melangkah. Jika langkah kaki sudah tegap, sang bayi barulah bisa berlari.

Begitu pula prodi HI. Prodi bungsu fakultas kita ini baru memulai perkuliahan 1,5 tahun yang lalu. Dalam proses akreditasinya, mendapatkan akreditasi A untuk prodi HI adalah sesuatu yang terlalu muluk, memaksakan diri atau bahkan dapat dinilai sebagai sesuatu, kecerobohan.

Banyak hal yang harus dikoreksi, dibenarkan, dikritik dan diperbaiki dari prodi ‘bayi’ ini. Untuk mendapatkan akreditasi A, prodi HI perlu proses untuk itu. Pertama, kurikulum dari program pendidikan HI. Apa tujuan prodi HI didirikan? Kemudian apa kompetensi lulusan mahasiswa yang ingin dibentuk melalui kurikulum program pendidikan tersebut? Metode pembelajaran dan mata kuliah? Bagaimana cara untuk mencapai target dari kompetensi tersebut? Ini merupakan langkah awal dari prodi HI.

Kedua, tenaga pendidik. Setelah kurikulum mantap, susun dan siapkan tenaga pendidik yang akan menjadi pelaksana kurikulum tersebut. Berapa jumlah tenaga pendidik prodi HI? Bagaimana kualitas pendidik? Lulusan mana? Prestasi apa yang pernah dicapai oleh tenaga pendidik?

Ketiga, keadaan mahasiswa. Tenaga pendidik siap, kemudian tinjau keadaan mahasiswanya. Berapa jumlah mahasiswa prodi HI? Prestasi apa yang pernah dicapai oleh mahasiswa? Kualitas dan kompetensi mahasiswa prodi HI? Potensi dan kekurangannya? Dan yang cukup penting, apa yang membedakan lulusan prodi HI Fiskom UKSW dengan prodi HI dari banyak perguruan tinggi lain di Indonesia?

Keempat, pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan disini termasuk di dalamnya adalah sarana dan prasarana untuk menunjang pelaksanaan ketiga unsur di atas, baik kurikulum, tenaga pendidik dan mahasiswanya.

Kelima, administrasi akademik. Terakhir tetapi tidak kalah penting adalah memanajemen keseluruhan kegiatan akademik, baik itu pegawai dan staf, juga anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan akademik.

Akreditasi adalah sebuah perjuangan bersama yang tidak dapat serta-merta dibebankan –hanya- kepada pihak fakultas. Unsur-unsur terkait di dalam dan di luarnya, entah itu rektorat, lembaga kemahasiswaan dan mahasiswa itu sendiri juga memegang peranan penting dalam proses akreditas prodi HI. Kiranya apa yang kita harap dan perjuangan ini akan tercapai dengan baik, kelak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s