Kampus

Arief Sadjiarto Ajak Mahasiswa Berpatisipasi Perbaiki Kampus

Teguh Wahyono dan Arief Sardjiato dalam Forum Diskusi Mahasiswa Universitas (FDMU).

Teguh Wahyono dan Arief Sardjiato dalam Forum Diskusi Mahasiswa Universitas (FDMU).

“Saya meminta kritik dan saran dari mahasiswa untuk memberikan masukan apa yang mahasiswa butuhkan agar bisa kami sampaikan kepada rektor,” ujar Arief Sadjiarto, SE., M.Pd, Pembantu Rektor III, pada diskusi bertemakan “Uang Kampus Lari Kemana Saja?” di Gedung E 126 UKSW. Diskusi yang diadakan Forum Diskusi Mahasiswa Universitas (FDMU) dibawah naungan Bidang 2 Departemen Penalaran SMU itu dilaksanakan pada Kamis (22/01).

Priska Tanigala, Ketua Panitia Diskusi, menjelaskan bahwa masih banyak mahasiswa yang penasaran dengan pengalokasian uang kampus, karena walaupun mahasiswa sudah membayar dengan benar, namun mereka merasa belum memperoleh pelayanan secara maksimal dan menyeluruh. “Karena itu, kami dari SMU Bidang 2 Departemen Penalaran mengadakan Forum Diskusi Mahasiswa UKSW yang bertajuk Uang Kampus Masuk Kemana Saja,” ujar Priska.

Diskusi itu juga dihadiri oleh Teguh Wahyono, S. Kom., M.Cs, Pembantu Rektor II. Dalam diskusi itu, Teguh menjelaskan bahwa dana yang diperoleh kampus itu diperuntukan untuk segala jenis kegiatan operasional universitas seperti, keperluan rutin, kemahasiswaan untuk pengembangan LK, subsidi atau beasiswa, penelitian, dan masih banyak lainnya.

“Sumber dana kampus, kurang lebih sekitar 70%-80% dari tuition fee, atau dari mahasiswa. Sementara sisanya dari hibah pemerintah, lembaga donor, dan lainnya,” ujar Teguh. Karenanya, Teguh menjelaskan bahwa mahasiswa adalah pemangku kepentingan utama di kampus ini.

Beberapa pertanyaan mengalir selama berlangsungnya diskusi. Salah seorang peserta diskusi mempertanyakan pembangunan kampus di Blotongan, sementara kampus utama di jalan Diponegoro dan Kartini masih minim fasilitas. Arief Sadjiarto menjelaskan, “kampus di Diponegoro sudah terlalu padat, sehingga daripada kita membangun bertingkat-tingkat disini lebih baik kita membangun di tempat baru yang lebih luas,” ujarnya. Namun bukan berarti mengabaikan perawatan gedung-gedung dan fasilitas yang ada di Kampus Diponegoro ini.

(SABDO WINEDAR NUGROHO & TUNJUNG WIJANARKA. PENY, BIMA SATRIA PUTRA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s