Kampus

Sony Heru : Ada Tiga Kunci Kedaulatan Pangan

Suasana diskusi Kedaulatan Pangan vs Malangnya Petani Pangan (Foto : Alexio Cesar Nessi).

Suasana diskusi Kedaulatan Pangan vs Malangnya Petani Pangan (Foto : Alexio Cesar Nessi).

Prof. Dr. Ir Sony Heru P. M.M, Dekan Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW, menjelaskan bahwa ada tiga kunci menuju kedaulatan pangan nasional. Tiga kunci tersebut adalah harga, teknologi dan aturan permainan. Hal tersebut ia kemukakan dalam Diskusi Nasional Kedaulatan Pangan VS Malangnya Petani Pangan yang diselenggarakan oleh FPB UKSW di BU UKSW Salatiga.

Kegiatan yang dimulai 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh Dr. Ir. Mei Rochjat Darmawiredja dan Prof. Dr. Ir. Erizal Jamal, M.Si dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian; Ir. Joko Suprianto, M.M dan Ir. Hariarso dari Dinas Pertanian Salatiga; Ir. Suryo nanendro, MP dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Drs. Fadholi dari Komisi IV -DPR RI. Agus Tohirin dan Munaji juga hadir mewakili dari Kelompok Tani di Salatiga.

Agus Tohirin dan Munaji juga hadir mewakili dari Kelompok Tani di Salatiga. (Foto : Alexio Cesar Nessi)

Agus Tohirin dan Munaji juga hadir mewakili dari Kelompok Tani di Salatiga. (Foto : Alexio Cesar Nessi)

Tidak kalah, perwakilan Kelompok Tani Salatiga pun angkat bicara. Menurut mereka, situasi serba konsumtif, seperti kenaikan harga BBM menjadi salah satu penyebab tanggungan para petani, akibat meningkatnya biaya produksi. Mau tidak mau para petani pun menaikkan harga jual ke konsumen. Tetapi tak jarang para petani pun menanggung kerugian dikarenakan hasil tani tak laku dan akhirnya membusuk.

Pendapat beragam juga dilontarkan dari berbagai pihak yang hadir, yaitu anggota Forum Komunikasi dan Kerjasama (FKK) Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (Himagri), perwakilan dari Universitas Jendral Soedirman, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, mahasiswa FPB UKSW serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Program Pertanian Pemerintah

“Pemerintah kini sedang membuat program terkait sektor pertanian dan dalam tahap ini direncanakan selesai pada 2019 mendatang” ujar Drs. Fadholi dari Komisi IV -DPR RI. Strategi pembangunan pertanian tahun 2015-2019 tersebut antara lain mencetak 1 juta hektar sawah, rehabilitasi 3 juta hektare jaringan irigasi, pemulihan kesuburan lahan, pengendalian konversi lahan UU Nomor 41 Tahun 2008, pembangunan prasarana  paska panen dan gedung hasil pertanian, pengendalian impor pangan, 7.1000 desa berdaulat benih, 1000 desa pilot pangan organik, mendirikan bank pertanian dan UMKM, dan juga meningkatkan akses petani gurem dari kepemilikan lahan.

Seorang mahasiswa FPB UKSW sedang memberikan tanggapan. (Foto : Alexio Cesar Nessi)

Seorang mahasiswa FPB UKSW sedang memberikan tanggapan. (Foto : Alexio Cesar Nessi)

Sebelumnya, acara ini akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo tetapi dikarenakan sedang ada kepentingan mendadak beliau batal hadir dan berbicara melalui telefon. Ganjar menjelaskan berbagai kebijakan terkait permasalahan petani dan hasil tani di Jawa Tengah, antara lain; tidak akan mengimpor hasil pertanian dan akan memenuhi kebutuhan pangan nasional, menambak 100 hektar sistem pertanian moderen di Klaten dan di Sukoharjo, serta uji coba pertanian moderen di seluruh wilayah Jawa Tengah dengan harapan hasil produksi meningkat.

“Pekan depan saya dan mas Jokowi akan memberikan bantuan 3.000 traktor untuk seluruh petani di Jawa Tengah, zaman udah moderen, biar anak muda yang kerjanya jadi petani biar greget,” ujarnya via telefon.

(SETYAJI RIZKI UTOMO & ALEXIO CESAR NESSI. PENY, BIMA SATRIA PUTRA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s