Puisi / Sastra

Magnetis

oleh Pranazabdian Waskito*

Fajar merekah, mereka berdua.
Ketika matahari membakar, mereka berdua.
Senja t’lah lalu, mereka berdua.
Larut dingin malam hitam, mereka bersua.
Di pertigaan, mereka berkelana.
Di tempat suci, tangan mereka saling merajut.
Dalam keelokan taman, mereka berada.
Pikirkan apa?
Lakukan apa?
Mulut mengeluarkan mantra, tubuh bersentuhan.
Semut-semut pun tertawa geli.

* MAHASISWA FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN UKSW

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s