Salatiga

Berita Bentrokan Nyeleneh, Himppar Salatiga Minta Klarifikasi Media

Mahasiswa yang terlibat bentrokan dengan warga, ditahan di Wisma Renata (Foto : Jurnal Warga)

Mahasiswa yang terlibat bentrokan dengan warga, ditahan di Wisma Renata (Foto : Jurnal Warga)

Pukul 13.00 WIB, Senin (16/3), Donius Tabuni, Ketua Himpunan Mahasiswa Pelajar Papua Barat (Himppar) kepada Lentera mengaku merasa dirugikan akibat pemberitaan media yang dianggap menyudutkan mahasiswa asal Papua dan UKSW. Permasalahan ini dipicu karena bentrok antara masyarakat Kopeng dengan beberapa mahasiswa sehari sebelumnya.

Berdasarkan penelusuran Lentera, ada beberapa berita di portal berita daring (online)  yang memuat informasi yang salah. Portal berita tersebut antara lain Kabar17, Suara Merdeka Cetak, Jurnal Warga, Kompas dan beberapa media lokal dan nasional lainnya.

Kesalahan tersebut antaralain mengenai penyebutan ratusan mahasiswa sebagai mahasiswa UKSW. Padahal menurut keterangan Arief Sadjiarto, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UKSW, perayaan tersebut tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UKSW, tetapi juga puluhan mahasiswa Sumba dan Papua dari universitas di Salatiga, Semarang dan Yogyakarta. “Kegiatan tersebut bahkan diikuti oleh mahasiswa asal Solo dan Surabaya,” ujar Arief.

Kesalahan lain adalah mengenai penyebutan mahasiswa asal Papua. “Mereka tidak terlibat apa-apa, mereka hanya tamu (dalam perayaan) saja,” ujar Hardiono Arron Daud Unas, Ketua Senat Mahasiswa Universitas (SMU) UKSW.

Terlibat Bentrok

Sebelumnya, pada Minggu (15/3/2015), terjadi bentrok antara mahasiswa dan warga di Kopeng. Insiden bermula dari perayaan kelulusan mahasiswa asal Sumba (NTT) di Wisma Renata, Kopeng. Perayaan tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UKSW, tetapi juga puluhan mahasiswa Sumba dan Papua dari Salatiga, Semarang dan Yogyakarta. “Kegiatan tersebut bahkan diikuti oleh mahasiswa asal Solo dan Surabaya,” ujar Arief.

Seperti dilansir dari Kompas, Jacky dan Arif Umbu, mahasiswa yang ikut dalam perayaaan kelulusan tersebut, pada pukul 04.00 dini hari pergi ke suatu minimarket untuk mencari minuman ringan. Tetapi karena minimarket tersebut tutup, mereka berdua berbalik arah.

Diduga karena “menggeber-ngeber” gas motornya, beberapa warga Kopeng menegur mereka. Tidak terima, dua mahasiswa ini kembali ke Wisma Renata untuk memanggil bantuan teman-temannya, dan mencari warga yang telah menegur mereka. Pihak warga akhirnya kalah karena jumlahnya sedikit.

Mengetahui terjadi pemukulan terhadap beberapa warga, warga yang lain keluar untuk menuntut balas. Polisi kemudian datang, sebelum bentrokan sempat meluas. Akibat bentrokan tersebut, setidaknya empat orang warga dan dua mahasiswa Sumba luka-luka. Selain itu, 122 mahasiswa diamankan ke Mapolres Semarang, Ungaran, Jawa Tengah.

Di samping itu, lima mobil dan 60 motor milik mahasiswa juga ditahan. Hasil penggeledahan polisi di Wisma Renata juga ditemukan sejumlah botol sisa minuman keras (miras) yang diduga dikonsumsi para mahasiswa sebelum bentrokan.

BIMA SATRIA PUTRA. PENYUNTING : ALEXIO ALBERTO CESAR

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s