Kampus

Media Darling, Jokowi dan Retno Wulandari

IMG_3038

Esther Krisnawaty, Sih Natalia Sukmi, Rini Darmastuti dan Retno Wulandari dalam Bincang Buku ‘Media Darling ala Jokowi’ (Foto : Alexio Roberto Cesar

Berdasarkan data Tempo Political Index, menjelang pilpres, Jokowi masih mendominasi share of awareness di Twitter dan Facebook. Selama 3-9 Desember 2013, Jokowi dipercakapkan lebih dari 105.569 kali atau 52% share of awareness ketimbang kandidat capres lainnya. Masyarakat begitu mengapresiasi adanya sosok Jokowi, salah satunya Retno Wulandari yang menulis buku Media Darling ala Jokowi. Pertanyaannya adalah, apakah Media Darling ala Jokowi karya Retno Wulandari ini merupakan konsep baru dalam ilmu komunikasi?

Hal ini menjadi bahan diskusi dalam bincang buku Media Darling ala Jokowi pada Rabu (18/03) di auditorium FTI UKSW. Acara tersebut diselenggarakan oleh Fiskom UKSW dan FTI UKSW dengan dua pembahas yaitu dosen Fiskom UKSW Sih Natalia Sukmi dan dosen FTI UKSW Rini Darmastuti, serta satu narasumber yaitu Retno Wulandari sebagai pengarang buku Media Darling ala Jokowi.

Rini menyampaikan bahwa, buku Media Darling adalah buku yang enak dibaca karena mudah dipahami bahasanya. Selain itu, ia juga berpendapat bahwa Media Darling terjadi karena adanya kerjasama personal dengan media massa itu sendiri.

Lentera kemudian menemui Retno Wulandari di akhir acara. “Media Darling bukanlah konsep baru. Istilah ini sebenarnya sudah lama dikenal. Dalam hal ini perlu banyak literatur untuk dapat mendefinisikan Media Darling. Media Darling sebenarnya adalah sebuah resume ketika seseorang mendapatkan tempat di media dengan nada positif dan sangat sering frekuensinya. Selain itu, aspek perlindungan dari media terhadap orang tersebut merupakan ciri Media Darling,” ujar Retno.

Menurut Retno, istilah ini sudah dikenal ketika Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Media Darling. Sifatnya sangat dinamis, tergantung siapa tokoh yang akan dijadikan darling-nya media. Meskipun belum melakukan pengamatan lebih lanjut, Retno mengatakan akan lebih menarik lagi apabila suatu perusahaan juga menjadi Media Darling. “Misalnya Air Asia, yang mendapatkan porsi bagus dari media saat menyampaikan ucapan simpati dan tanggung jawab,” ujarnya.

GALIH AGUS, PENY. ALEXIO ROBERTO CESAR

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s