Salatiga

Nak Nyowomo Loro, Kekno Aku Siji Wae Mas!

Seorang relawan lampu merah sedang bertugas (Foto : Setyaji Rizki Utomo)

Seorang relawan lampu merah sedang bertugas (Foto : Setyaji Rizki Utomo)

Hiruk pikuk kendaraan melewati simpang empat Kumpulrejo, jalan baru Salatiga. Empat orang sibuk mengatur lalu lintas. Mereka bukan Polantas, tapi sukarelawan yang diupahi ala kadarnya oleh pengendara yang lewat. Tak terlihat wajah cemas, walau lokasi ini sangat rawan kecelakaan akibat kontur jalan dan kelalaian pengguna jalan.

“Kalo kerja kaya gini ya suka dukanya mas, kalo panas kepanasan, kalo hujan ya kehujanan mas,” ujar Bintan. Ia bersama delapan temanya bukanlah pengangguran. Mereka mempunyai pekerjaan dan mereka membagi waktu untuk mengatur lalu lintas secara bergantian, dua jam sekali.

“Apalagi itu loh mas, pengendara motor sering nyelonong. Walaupun kita udah berusaha untuk menyebrangkan mereka, tapi masih nekat. Jadi sering terjadi kecelakaan,” ujar Bintan. Menurut Bintan, kurangnya kesadaran pengendara sering membahayakan keselamatan dirinya dan juga orang lain.

Kendati demikian, para sukarelawan ini sesekali melontarkan kata unik ketika ada pengendara yang tetap nekat. Terbukti ketika ada seorang pengendara yang tiba-tiba menerobos dari arah Semarang menuju Kopeng yang langsung berbelok. Ia langsung berteriak kepada pengendara motor itu “Nak nyowomu loro kekno aku siji wae mas!” Artinya, kalau nyawamu ada dua, berikan aku satu saja.

Dua jam berlalu, mereka bergantian bertugas. Sukarelawan yang berjaga langsung menuju warung dan memesan teh hangat dan makan. Sembari menunggu salah satu dari mereka mengeluarkan uang dan menghitungnya. Jumlahnya tak banyak, masih dibagi rata pula.

Rasanya hasil yang mereka dapatkan tak sebanding dengan nyawa yang mereka taruhkan demi keselamatan para pengendara. Memang bahaya, dari arah Kopeng menuju Salatiga dan juga dari arah Solo menuju Semarang, jalurnya sangat turun, sehingga kendaraan sering kali mengalami kerusakan pada rem.

Mereka berharap agar semua pengendara selalu mengutamakan keselamatan dan bersabar ketika sedang mengemudi.  Mereka juga berharap agar jalan di  simpang empat Kumpulrejo dibangun jalur penyelamat, agar jika terjadi masalah di sistem pengereman, mereka bisa menggunakan jalur ini. Penambahan lampu penerangan dari arah Tingkir ke Kumpulrejo maupun sebaliknya juga perlu dilakukan.

SETYAJI RIZKI UTOMO, PENY. BIMA SATRIA PUTRA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s