Puisi

Tai yang Merenggut Bahagia

Maaf, nang.
Tapi perutku sakitnya pelik
Empat jam yang lalu
meneguk anggur dan makan tubuh Tuhan,
Perjamuan kudus, katanya

WC-nya kupinjam dulu, nang.
Toh, ini buat kas masuk ibumu
Suatu saat kamu mengerti,
bermain di pantai, jauh lebih menyenangkan
ketimbang di WC,
tempatmu mengolah imaji
menjadi pelipur benci terhadap ibumu

Tak usah menangis terus, nang.
Aku di dalam WC,
setengah salah
setengah peduli setan
persetan, meski tai ini merenggut mainanmu

* MAHASISWA FISKOM UKSW
PEMIMPIN REDAKSI LPM SCIENTIARUM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s