Kampus

Harapan Sang Peri Danau

Yudistira Kusuma memainkan “La Catedral” karya Barrios Mangore (Foto : Alexio Alberto Cesar)

Yudistira Kusuma memainkan “La Catedral” karya Barrios Mangore (Foto : Alexio Alberto Cesar)

Alkisah, hiduplah seorang peri danau bernama Rusalka, yang jatuh cinta kepada seorang pangeran dari dunia manusia. Dia merindukan pangeran yang lama tidak berenang lagi di danau. Hingga suatu malam, Rusalka bernyanyi untuk bulan, berharap agar sang pangeran kembali. Mesicku na nebi hlubokem (song to the moon), merupakan libretto dari Jaroslav Kvapil, dibuat pada 1868-1950.

Lagu ini dibawakan oleh Inggit Gantyna, mahasiswi Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dalam Konser Rumah XXIV FSP. Acara yang bertajuk ‘Era Romantik Akhir’ ini diadakan pada Rabu (25/3) di Recital Hall FSP UKSW. “Bagian yang sulit ialah bagaimana kita menyanyi dengan rileks, penguasaan teknik, kita juga harus tahu arti lagunya seperti apa, karakter dan komposer,” tuturnya.

Dekan FSP Danny Salim menjelaskan bahwa tema konser tersebut mengandung arti mengenai sistem ekonomi kapitalis. Dimana kaum kapitalis yang semakin kaya dan kaum buruh yang semakin terpuruk. “Muncullah gerakan romantik yang mengajak masyarakat kembali ke alam, segala sesuatu jangan dibuat mekanis, tetapi mari kita lakukan secara natural atau secara alamiah,” ujar Danny. Ia juga meminta kepada penonton untuk menurunkan saklar logika mereka, agar dapat menikmati musik-musik yang akan disajikan, karena lagu-lagu yang ditampilkan mengandung unsur mistis.

Konser Rumah tersebut terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh penampilan dari Joan Thiores, Inggit Gantyna, Yudistira Kusuma, Yulius Istarto dan Ansambel Gesek. Sedangkan sesi kedua di isi oleh penampilan dari Study Club Guitar yang terdiri dari Reinhart Albrow, Albert Wishnu, Dani Triasdi, Elvira & Eriyani dan Januar Affandi.

Konser Rumah XXIV FSP ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Tujuannya ialah sebagai wadah bagi mahasiswa dan sebagian dosen, untuk bisa tampil menyajikan musik-musik klasik. Tidak sembarang orang dapat tampil dalam Konser Rumah tersebut, sebab ada seleksi dari dosen yang menguji per instrument. Baik itu gitar, piano, biola dan alat musik lainnya.

Ketua panitia Konser Rumah XXIV FSP William Ronaldo Yozen mengatakan bahwa acara ini sebagai sarana uji mental bagi mahasiswa FSP. “Di samping itu sebagai promosi FSP sendiri. Karena banyak mahasiswa yang mendokumentasikan Konser Rumah ini dengan mengunggah di Youtube dan sosial medianya,” ujar William.

HANNY YUNITA & ALEXIO ROBERTO CESAR. PENY, BIMA SATRIA PUTRA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s