Kampus

Hakuna Matata, Simba!

Penutup Drama Lion King (Foto : Andri Setyawan).

Penutup Drama Lion King (Foto : Andri Setyawan).

Musik energik bernuansa Afrika menggema. Dari balik panggung, muncul jerapah-jerapah yang ditampilkan oleh para pemerannya dengan menggunakan egrang. Dari belakang kursi penonton, kawanan burung masuk memenuhi sisi-sisi panggung. Terlihat pula zebra, rusa, dan gajah yang menari-nari dibagian depan panggung. Raja Mufasa dan Ratu Sarabi merayakan kelahiran putranya Simba, sebagai pangeran Kerajaan Prideland, Afrika.

Kostum dari para binatang memang yang paling menarik. Begitu pula dengan panggung dan lightingnya. Persiapan memang dilakukan sangat matang demi lancarnya drama tahunan milik FBS, yang berjudul Lion King, pada 27 Maret dan 28 Maret 2015, bertempat di BU UKSW.

“Kami persiapan tujuh bulan, karena kami tahu ini merupakan drama ulang tahun kami yang ke dua puluh, banyak orang berespektasi besar disini,” ujar produser drama Lion King, Theodora Amy.

Pemilihan judul drama dan pemain-pemainnya juga melalui proses yang serius. “Mulai dari pemilihan judulnya, kami benar-benar rapatkan, bagaimana kami merealisasikan panggung dan set yang ada di film maupun di broadway-nya. Kami membuat nuansa broadway ada di Salatiga. Jadi orang-orang tidak perlu jauh-jauh ke New York atau London untuk menonton Lion King,” jelas Amy.

Drama Lion King, mengkisahkan tentang Simba kecil yang tumbuh menjadi singa yang lincah dan periang. Tawanya yang sangat khas menghiasi hari-hari di Prideland bersama sahabatnya, Nala. Simba kecil diperankan oleh perempuan yaitu Dea Devina dan Nala kecil diperankan oleh Maria Intan.

Perginya Simba

Suatu ketika, Simba ditipu oleh pamannya, Scar. Sebenarnya Simba penyebab ayahnya meninggal. Scar memang sangat membenci Simba dan ayahnya, Raja Mufasa. Kenapa? Karena mereka, Scar tidak bisa menjadi raja. Setelah Raja Mufasa meninggal dan Simba pergi dari Prideland karena perasaan tertuduh. Scar menguasai kerajaan bersama para hyena.

Simba kemudian hidup bersama seekor lemur bernama Timon (Marschall Matekohy) dan babi hutan Pumbaa (Dipo Rayinda). Semakin hari, Simba tumbuh menjadi singa dewasa yang gagah. Lagu Hakuna Matata mengiringi pergantian pemain dari Simba kecil menjadi Simba dewasa yang disambut sorak sorai penonton.

Simba dewasa diperankan oleh Oscar Karwur, perawakannya yang gagah, membuatnya menyatu dengan tokoh Simba. Kostumnya sangat menarik dengan hiasan kepala layaknya pangeran singa ditambah paduan batik.  Dalam drama ini hampir semua kostum pemainnya diberi corak batik.

Suasana gelap dan sunyi, tiba-tiba Pumbaa si babi hutan belarian sambil berteriak-teriak karena dikejar oleh seekor singa betina. Ternyata singa tersebut adalah Nala (Bianca Ganov), sahabat kecil Simba. Mereka pun bertemu dan jatuh cinta. Dengan iringan lagu cinta Can You See The Love Tonight yang dimainkan apik, Simba dan Nala menari-nari bersamaan dengan riuh tepuk tangan dan teriakan penonton. Malam itu, penonton hanyut dalam romantisme Simba dan Nala.

Temukan Jati Diri

Perjalanan Simba pun belum berakhir. Simba harus kembali ke Prideland untuk merebut kerajaan dari Scar. Dengan nasehat dari Rafiki (Ratna Putri), sang penasehat spiritual, Simba akhirnya kembali ke Prideland untuk mengambil tahtanya kembali. Terjadilah pertarungan di atas panggung antara Simba dan Scar.

Scar akhirnya kalah yang dihianati oleh para hyena. Nala dan Ratu Sarabi beserta seluruh binatang kerajaan berbahagia atas kemenangan Simba. Mereka hidup bahagia, sementara Simba dan Nala memiliki seorang anak.

Drama ditutup apik dengan kemunculan semua binatang, dengan topeng-topeng yang unik. Mereka menari diatas panggung diiringi musik yang meriah. Tepuk tangan penonton  semakin meriah ketika crew call, para kru drama Lion King, dipanggil untuk maju ke depan panggung dan memberi hormat kepada penonton.

Beberapa penonton tidak langsung pulang, mereka ingin berfoto bersama dengan para pemain Lion King. Drama Lion King yang bernuansa broadway disuguhkan malam itu dengan begitu megah.

ANDRI SETYAWAN. PENY, ALEXIO ROBERTO CESAR

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s