Pelesir

Dari Pacitan Hingga Bromo

Pengalaman  berwisata adalah hal yang menarik untuk dibahas, karena disetiap hal yang kita alami ketika berwisata, mempunyai keunikan cerita sendiri. Terlebihnya di masa kini sosial media sangatlah membantu berbagi cerita wisata dalam bentuk tulisan, foto maupun video. Kali ini saya akan mengajak anda untuk berbagi cerita tentang perjalanan saya ke beberapa tempat wisata di Jawa Timur.

Hari pertama, perjalanan saya menggunakan sepeda motor. Lima jam perjalanan akhirnya sampai di pantai Klayar. Jalannya berkelok, dan ada beberapa titik sedang diperbaiki. Jika anda menggunakan bus pariwisata dan tidak bisa masuk, lanjutkan perjalanan menggunakan mobil pick up.

PANTAI KLAYAR DI PACITAN

Sesampainya di pantai saya beristirahat di warung dan mengobrol santai dengan pemilik warung…

Saya terbangun, ternyata tadi saya tertidur di warung itu bersama beberapa wisatawan lain. Saya kelelahan.

Pantai Klayar dan Spinx yang patah (Foto : Setyaji Rizki Utomo)

Pantai Klayar dan Spinx yang patah (Foto : Setyaji Rizki Utomo)

Matahari perlahan memunculkan sinarnya menerangi setiap sudut pantai ini. Namun sayang tebing yang bentuknya mirip dengan spinx itu patah.  Terkena gempa beberapa bulan lalu. Selain spinx, ada hal lain yang menarik perhatian saya, yaitu Seruling Samudra. Seruling Samudera merupakan celah batuan tebing yang keropos dan terkena deburan ombak sehingga menghasilkan suara dan juga semburan air dari celah tersebut.

Oh ya, anda juga bisa menaiki sebuah bukit. Untuk ke situ anda harus berjalan kaki. Rasa lelah berjalan kaki itu terbayarkan setalah anda berada diatas bukit tersebut. Sssttt, panorama pantai Klayar dari ketinggian dan bukit ini jarang dikunjungi pengunjung karena belum ada akses jalan untuk kendaraan.

Pantai Srau

Sssttt. Lokasinya masih perawan (Foto : Setyaji Rizki Utomo).

Setelah   berkeliling  di pantai Klayar, saya bergegas menuju Malang yang membutuhkan waktu empat hingga lima jam perjalanan. Di tengah perjalanan saya pun berhenti di sebuah tempat yang pemandangannya jarang saya temui, Pantai Soge yang terletak di Pacitan, Trenggalek. Lokasi pantai yang berada tepat di pinggir jalan ini mampu menghipnotis setiap pengendara yang melewati jalur ini, termasuk saya.

Saya melanjutkan perjalanan dan tak terasa hari sudah mulai gelap. Saya tiba di Blitar, dan memutuskan untuk berhenti beristirahat sejenak. Terbesit di benak untuk mengunjungi makam Sukarno, seorang proklamator bangsa ini. Tanpa pikir panjang saya bergegas menuju makam beliau. Sayang, sampai di lokasi, jam menunjukan pukul 19.00, makam itu telah ditutup untuk umum.

Karena malam semakin larut, dari sini saya untuk beristirahat di tempat rekan saya yang berdomisili di kota Malang. Selama perjalanan saya diiringi oleh hujan membuat saya semakin berhati hati dengan kondisi jalan yang licin. Ditambah jarak penglihatan yang pendek, pandangan saya semakin terganggu. Sesampainya di Malang, saya pun langsung disambut oleh rekan saya. Kami bercerita selama perjalanan.

Bromo Escape

Rasa kantuk pun mulai melanda, saya tertidur. Tak terasa  jam menunjukan pukul 06.30, ini hari kedua, saya pun bergegas untuk melanjutkan perjalanan menuju Bromo. Kawasan Bromo Tengger Semeru ini masih menjadi destinasi favorit para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sebelum saya berangkat menuju tempat yang membuat saya rindu akan keindahan dan keramahan penduduknya. Kondisi jalan dari Ranupane menuju lautan pasir Bromo sangat licin dan berlumpur, karena daerah ini sudah beberapa hari diguyur hujan.

Selain naik motor anda juga bisa menggunakan jasa penyewaan mobil jeep untuk menuju lautan pasir Bromo. Sebelum tiba di gunung Bromo saya melewati sebuah padang rumput yang sangat luas, orang sering menyebutnya taman Teletubbies. Mungkin karena mirip dengan lokasi yang ada dalam serial televisi anak-anak itu.

Taman Teletubbies

Seperti di serial anak-anak, taman Teletubbies. (Foto : Setyaji Rizki Utomo).

Sampai akhirnya di gunung Bromo, saya pun bergegas untuk mendirikan tenda dibantu oleh beberapa teman saya, menunggu pagi hari menuju Pananjakan untuk melihat sang surya terbit.

Hari ketiga, jam menunjukan pukul 03.00 dini hari, tetapi suasana gaduh dan hawa dingin yang menyelimuti tak membuat saya dan wisatawan lainnya untuk bergegas menuju Pananjakan demi melihat matahari terbit.

Sang surya tampak malu-malu menampilkan diri di Pananjakan, Bromo (Foto : Setyaji Rizki Utomo).

Sang surya tampak malu-malu menampilkan diri di Pananjakan, Bromo (Foto : Setyaji Rizki Utomo).

Suara desis yang ditimbulkan dari ban iring-iringan jeep dan sepeda motor yang sangat ramai menuju lokasi matahari terbit, menambah semangat saya. Di luar dugaan saya, kepadatan kendaraan yang menumpuk ditambah pejalan kaki menuju lokasi sangat padat, membuat semua kendaraan harus berhenti, atau berjalan perlahan-lahan.

Sesampainya di Pananjakan hari pun masih gelap. Matahari nampak enggan muncul, mungkin malu-malu ditonton banyaknya wisatawan. Apalagi suasana hiruk pikuk pengunjung yang mencari oleh-oleh khas Bromo.

Sepanjang jalan menuju tempat munculnya matahari tepat dibelakang gunung Botak dan gunung Bromo. Jangan khawatir, apabila anda mencari Anjungan Tunai Mandiri (ATM), beberapa pedagang kios menyediakan mesin debit ATM. Sehingga anda tetap bisa belanja walau jauh dari pusat peradaban.

Setelah puas, saya pun menginjakan kaki di lautan pasir Bromo dan taman Teletubies. Selama perjalanan yang menukik ditambah. Banyak pula wisatawan yang berhenti untuk foto sepanjang perjalanan. Akhirnya saya melewati lautan pasir Bromo dan sampailah di sebuah tempat yang begitu luas

Tempat ini sangat luas, dikelilingi rumput yang hijau ditambah desis suara pasir Bromo. Matahari tampil hangat. Ahh! Tuhan adalah seniman bukan? Tangannya pintar membentuk lanskap-lanskap indah ini.

Bromo

Lautan pasir Bromo (Foto : Setyaji Rizki Utomo).

Sangat disayangkan, karena ada beberapa sampah yang dibuang sembarangan oleh pengunjung. Seharusnya para pengunjung juga ikut menjaga kebersihan lingkungan di kawasan ini! •

* JURNALIS LENTERA, MAHASISWA FISKOM UKSW 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s