Salatiga

Rektor Atma Jaya : Erri Yunanto Takkan Terlupakan

Jenazah Erri dibawa Menuju Pemakaman (Foto : Setyaji Rizki Utomo).

Jenazah Erri dibawa Menuju Pemakaman (Foto : Setyaji Rizki Utomo).

Tampak iring-iringan kendaraan melaju dari arah Gunung Merapi melalui Jalur Selo, jenazah pendaki Erri Yunanto asal Sleman itu berada di salah satu kendaraan, rombongan kendaraan itu menuju RSUD Pandanarang Boyolali pukul 16.00. Satu jam kemudian keluarga korban tiba di RSUD Pandanarang Boyolali untuk menerima jenazah.

Seusai maghrib korban dibawa menggunakan ambulan menuju rumah duka dan dikawal pihak kepolisian, sesampainya korban di rumah duka di dusun biru RT 03 RW 30, Trihanggo, Sleman. Tampak karangan bunga di sepanjang gang menuju rumahnya. Kedatangan jenazah Erri langsung diliputi suasana duka. Sebelum diantar ke pemakaman, Erri di shalatkan oleh keluarga dan rekan-rekan korban.

Rektor Universitas Atamajaya Gregorius Sri Nurhartanto, memberikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurutnya, sosok Erri adalah orang yang supel, selalu mudah mengulurkan tangannya kepada rekan-rekannya yang tampak kesulitan. Ujarnya lagi, kejadian ini juga merupakan sebuah pelajaran berharga agar selanjutnya para pecinta alam selalu berhati-hati, karena musibah semacam ini sudah di luar kendali manusia.

Pihak Atmajaya sendiri ketika mendengar Erri Yunanto hilang di Gunung Merapi langsung mengutus beberapa Pembantu Rektor guna mengetahui perkembangan pencarian korban. “Sosok Erri Yunanto tidak akan pernah terlupakan oleh para dosen maupun mahasiswa-mahasiswa di Atmajaya, khususnya di Fakultas Teknologi Industri,” ujarnya. Ia juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerja keras untuk menyelamatkan Erri. “Erri selaku anak kami akan selalu kami doakan dan kami kenang,” ujar rektor Atmajaya sambil menahan tangis.

Bupati Sleman Sri Purnomo turut hadir dan mengucapkan belasungkawa. “Kabupaten Sleman berduka, putra terbaik dari Sleman telah berpulang. Erri meninggal di puncak merapi”. Sebelumnya putra terbaik dari Sleman juga berpulang seusai lomba jalan cepat veteran setelah mendapatkan medali perak internasional yang meninggal karena serangan jantung. “Sesungguhnya kita adalah milik Tuhan dan kita juga akan kembali ke Tuhan. Semoga Erri Yunanto kembali kepadanya dalam keadaan Khusnul Khotimah,” ujarnya.

Suasana Duka di rumah Eri di dusun Biru

Suasana Duka di rumah Erri di dusun Biru, Sleman, Yogyakarta (Foto : Setyaji Rizki Utomo).

“Saya mewakili adik saya Erri, meminta maaf sebesar-besarnya kepada semua teman-teman dan sahabat apabila ada kesalahan adik saya yang disengaja maupun tidak,” ujar Eki, kakak kandung Erri sambil menangis. Biasanya, teman-teman Erri kerap berkunjung ke rumah. Hanya saja Eki tidak menyangka, jika teman-temanya kali ini datang untuk mengantarkan Erri ke tempat peristirahatan yang terkahir.

Setelah itu jenazah Erri dibawa dari rumah duka menuju tempat Pemakaman Biru Lor Trihanggo menggunakan ambulan. Diiringi oleh semua rekan dan sahabatnya, isak tangis mewarnai sepanjang perjalan menuju makam. Setelah selesai dikebumikan beberapa rekan dan sahabat juga mendoakan dan menaburi bunga di atas makam Erri. Sambil terus menangis dan memandangi foto Erri.

Berita oleh Setyaji Rizki Utomo, mahasiswa jurnalistik Fiskom UKSW 2014. Aktif sebagai jurnalis di Lembaga Pers Mahasiswa Lentera.

Penyunting : Bima Satria Putra, Pemimpin Redaksi Lentera.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s