Kampus

Kandidat Ketua SMF Fiskom Janji Penuhi Kebutuhan Mahasiswa

Pemilihan Ketua SMF (Bima)

Jessika Moranggi Tobing, pada saat pemilihan Ketua SMF Fiskom (Foto : Bima Satria Putra).

Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fiskom periode lalu dirasa kurang memenuhi kebutuhan mahasiswa. Apalagi jika diperhatikan dari sepinya peserta dalam program kerja SMF. Hal ini yang kemudian coba dipecahkan oleh Calvin Satyarahardja dan Jessika Moranggi Tobing, dalam pemaparan visi dan misinya saat pemilihan Ketua SMF Fiskom 2015-2016. Pemilihan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 29 Mei 2015 pukul 16.00 WIB di ruang GX 204.

Untuk menjawab permasalahan tersebut kedua kandidat kemudian menawarkan pembentukan HMP pada program studi masing-masing. Agar kemudian kebutuhan mahasiswa masing-masing prodi dapat terealisasikan melalui pelaksanaan program kerja HMP. “Karena selama ini, saya rasa program kerja LK Fiskom terlalu ‘kekomunikasi-kekomunikasian’ sekali,” ujar Jessika.

Salah satu tanggapan datang dari Jeliana Gabrella Seilatuw, yang juga Ketua Angkatan 2011. Ia mempersoalkan mengenai rendahnya publikasi program kerja oleh LKF, yang mungkin juga, menjadi penyebab sepinya kegiatan SMF. “Coba lihat Dies Natalis Fiskom. Ketika saya mengunggah foto mengenai acara tersebut, banyak dari teman angkatan saya yang kecewa karena tidak hadir. Mereka tidak tahu mengenai acara tersebut,” sesal Gabrella.

Koorbidkem Fiskom, Flavianus Der Melsasail kemudian dipersilahkan oleh Pemimpin Sidang untuk menyampaikan tanggapan kepada kedua kandidat. “Saya pikir kedua kandidat tidak memiliki kelebihan apapun ketimbang kandidat lainnya. Keduanya sama-sama hendak membangun HMP, memenuhi kebutuhan mahasiswa dan memperbaiki relasi internal dan eksternal. Karena itu yang ingin saya tanyakan adalah, program unggulan apa yang kedua kandidat tawarkan kepada kami?” tanya Flavianus.

Jessika kemudian menjawab bahwa ia hendak melaksanakan sebuah acara puncak yang mana KBM dan HMP dapat melaksanakan kegiatannya masing. “Sebelumnya saya memperhatikan universitas-universitas lain, mereka memiliki festival ilmu sosial sendiri yang besar. Karena itu saya terpikirkan untuk menyelenggarakan Merbabu Social Science Festival,” jawab Jessika.

Calvin sendiri tidak secara spesifik hendak melaksanakan program unggulan yang dapat ia tawarkan. “Karenanya saya membutuhkan aspirasi mahasiswa, agar kita bersama merumuskan program kerja sesuai dengan kebutuhan mahasiswa,” jawab Calvin.

Proses pemilihan diakhiri oleh sidang tertutup BPMF. Calvin Satyarahardja, mahasiswa Fiskom 2013, terpilih untuk maju menjadi Ketua SMF selama satu periode ke depan.

Berita ini ditulis oleh Bima Satria Putra, Pemimpin Redaksi Lentera 2015-2016 yang juga mahasiswa jurnalistik Fiskom UKSW.

Iklan

One thought on “Kandidat Ketua SMF Fiskom Janji Penuhi Kebutuhan Mahasiswa

  1. Tulisan yang baik…. mengingatkan saya akan dinamika saat bermahasiswa, dulu.

    Ada beberapa masukan, mungkin lebih tepatnya adalah beberapa poin yang bisa kita diskusikan bersama.

    Pertama, perihak program kerja. Sudah sewajarnya Lembaga Kemahasiswaan, khususnya eksekutif untuk menyususn dan menjalankan program kerja. Namun catatan saya, program kerja bukanlah segalanya. Jangan karena mengejar tercapainya program kerja, kemudian justru mencabut LK dari akarnya, yaitu mahasiswa. Dengan kata lain program kerja tersebut bersifat menempatkan mahasiswa sebagai objek atas program kerja LK, yang terkesan menimbulkan kelas “penguasa” yaitu LK dan kelas “jelata” yaitu mahasiswa. Perlu ada sedikit sentuhan “seni” untuk mengatarkan program menuju gol utama, yaitu creative minority.

    Kedua, perihal penyebutan SMF dan konsekuensinya. Dulu sangat dihindari penggunaan kata SMF, yang ada adalah SEMA. Barangkali sekarang KUKM sudah diamandemen, sehingga SEMA menjadi SMF. Bukan asal kata, hal itu ada konsekuensi logis yang erat kaitannya dengan pencapaian gol utama.SEMA dipahami sebagai satu kesatuan dengan SMU, sehingga tidak ada dikotomi universitas-fakultas ataupun fakultas a dengan fakultas b. Suasana kebersamaan sangat dirasakan, beberapa kegiatan diselenggarakan bersama, ada subsidi dana dari SMU ke SEMA.

    Penyebutan SEMA dan paradigma kesatuan utuh Lembaga Kemahasiswaan tersebut diharapkan dapat menciptakan habitus yang memungkinkan creative minority dapat menetas.

    Sementara itu dulu. Viva Portalentera

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s