Kampus

Kacung Marijan : Memahami Sejarah akan Membawa Keberuntungan

Kacung Marijan menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang Lomba Karya Tulis Sejarah di Hotel Noormans (Foto : Dzaky Razin).

Kacung Marijan menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang Lomba Karya Tulis Sejarah di Hotel Noormans (Foto : Dzaky Razin).

Sebagai upaya untuk memperkuat karakter dan jati diri bangsa di masa kini dan yang akan datang, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyelenggarakan Pekan Nasional Cinta Sejarah dan Nilai Budaya 2015 (Pentas 2015), di Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu-Sabtu (05-09/08) itu mengusung tema ‘Kearifan Sejarah dan Tantangan Berbangsa dan Bernegara dalam Memperkokoh Keindonesiaan’. Adapun serangkaian acara dalam kegiatan tersebut seperti Pemutaran dan Apresiasi Film Sejarah ‘Guru Bangsa Tjokroaminoto’ di Gedung Teater Fisip Universitas Diponegoro, Dialog Kesejarahan bersama Dr. Anhar Gonggong di Aula Fisip Universitas Diponegoro, serta Jelajah Sejarah Kuliner di Semarang seperti, Lunpia Gang Lombok, Toko OEN, dan Restoran Semarang.

Lomba Karya Tulis Sejarah untuk kalangan mahasiswa se-Indonesia, kemudian Lomba Tutur Sejarah dan Lomba Cerdas Cermat Sejarah untuk kalangan pelajar SMA se- Semarang juga diadakan di FIS Universitas Negeri Semarang (08/08). Akhirnya, berdasarkan keputusan juri yang diumumkan pada malam terakhir di Hotel Noormans, Semarang. Lomba Karya Tulis Sejarah dimenangkan oleh Fanada Sholihah dari Universitas Diponegoro, Semarang, sedangkan di peringkat kedua Zaenal Arifin dari IAIN Pontianak, dan di peringkat ketiga Ahmad Hamdani dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Lomba Tutur Sejarah dimenangkan oleh SMU Kolese Loyola, disusul dari SMU Sedes dan SMU Ksatrian. Kemudian, untuk Lomba Cerdas Cermat Sejarah juga dimenangkan oleh regu SMU Kolese Loyola, regu SMU SEDES dan regu SMU Karang Turi.

Pada kesempatan tersebut, Kacung Marijan, Dirjen Kebuyaan RI menganggap bahwa, pada dasarnya semua peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah pemenang karena mengetahui dan memiliki perhatian terhadap sejarah.

“Kalau anak-anak muda sudah memahami sejarah dan dijadikan tolak ukur kebaikan hari ini dan yang akan datang, dengan demikian juga akan membawa keberuntungan bagi Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Kacung dalam pidatonya.

Berita ini ditulis oleh Galih Agus Saputra, staf Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Lentera. Mahasiswa Fiskom UKSW.

Penyunting : Bima Satria Putra

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s