Kampus

Ditolak Kampus Lain, Tetap Bangga di UKSW

Mahasiswa baru sedang mengikuti upacara pembuka dalam OMB 2015 (Foto : Alexio Alberto Cesar).

Mahasiswa baru sedang mengikuti upacara pembuka dalam OMB 2015 (Foto : Alexio Alberto Cesar).

Bagi pelajar SMA/SMK yang meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sudah tentu memiliki impian untuk berstudi di kampus yang diidamkan. Namun bagaimana bila yang telah diimpikan tidak terwujud?

Seperti kisah Tiovia Gloria Stevani Tumangken, peserta OMB 2015 ini yang sebelumnya telah mendaftar di Universitas Sebelas Maret, dan mengambil Ilmu Komunikasi. ”Saya mengikuti semua tes, dari SMPTN, SBM, Jalur Mandiri. Namun, tetap tidak diterima,” terang Vivi sapaan akrab Tiovia Gloria Stevani Tumangken.

Saat mendaftar di UKSW, menurutnya proses pendaftaraan sangat mudah dan tidak seperti di negeri. UKSW menjadi pilihan Vivi karena kampusnya bernuansa Kristen. Sekarang, Vivi menjadi mahasiswi di Fiskom dengan Prodi Ilmu Komunikasi sebagai pilihannya.

“Hobi saya bertemu dan ngobrol dengan orang banyak. Saya cocok di Ilmu Komunikasi, apalagi waktu di SMK saya dari jurusan Multimedia. Saya tidak kecewa dan menyesal tidak diterima di universitas lain, malah saya bangga masuk ke UKSW,” mantap Vivi.

Hal serupa juga dialami oleh Tirza Razhel Maroetha. Sebelum masuk di kampus UKSW, Tirza pernah mendaftar SNMPTN untuk masuk ke UGM di Jogjakarta dan Sasana Makasar. “Pengen banget masuk di UGM, karena sudah ada perencanaan dari kelas dua SMA,” keluh Tirza.

Tirza termotivasi oleh temannya yang akselerasi dan dapat berkuliah di UGM. Dan ini membuatnya termotivasi untuk segera menyusul temannya. “Setelah tidak diterima di UGM saya mencoba mendaftar ke Sasana Makasar, tetapi dari pihak sekolah lupa untuk mendaftarkan anak satu kelasnya di SNMPTN,” terangnya.

Di kedua universitas tersebut Tirza mendaftar jurusan Ilmu Komunikasi, dan dari dua universitas yang dia rencanakan, harapannya tidak terpenuhi. Atas saran mamanya, Tirza berkuliah di UKSW. “UKSW dipilih karena mama suka sekali dengan kampus ini. Sebelumnya kakak pernah kuliah di sini. Mama dan papa lebih percaya saya kuliah di UKSW, agar anaknya lebih terbimbing, karena kampus ini bernuansa Kristen,”tutur Tirza.

Tirza mengatakan bahwa dirinya kecewa karena kampus yang diidamkannya tidak terpenuhi. “Tetapi berjalannya waktu nanti akan sembuh sendiri. Saya berharap, UKSW memanglah kampus terbaik yang Tuhan disediakan kepada saya,”jelas Tirza.

David Adhyaprawira Nonoputra memiliki kisah yang tak jauh berbeda dari Vivi dan Tirza. David juga sempat mendaftar di universitas lain seperti Universitas Airlangga (UNAIR) di Surabaya dan UGM di Jogjakarta. Di dua universitas ini David sama-sama mendaftar Ilmu Komunikasi. David juga sempat mengikuti SNMPTN namun tidak lolos.

Ia sempat merasa takut bila dirinya tidak bisa kuliah, akhirnya dia mendaftar ke UKSW. Menurut David, UKSW dipilih karena peluang diterimanya lebih besar. David juga menyukai UKSW karena dekat dengan Gunung, “ UKSW cocok untuk suasana belajar,” ujar David. Bagi David kuliah di universitas mana pun tetap sama saja yang terpenting baginya adalah niat.

Berita ini ditulis oleh Alexio Alberto Cesar, staf Publitbang LPM Lentera. Mahasiswa periklanan Fiskom UKSW dan pernah menjabat sebagai Ketua KBM Fotografi Comic.

Penyunting : Bima Satria Putra

Iklan

2 thoughts on “Ditolak Kampus Lain, Tetap Bangga di UKSW

  1. Ping-balik: Mewujudkan Satya Wacana yang Egaliter | Portalentera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s