Salatiga

Pedagang Pasar Rejosari Akhirnya Pindah

_MG_1395 _MG_1400Pembangunan Pasar Rejosari yang popular disebut Pasar Sapi sudah berada ditahap pengosongan dan pe-magaran, siap untuk diruntuhkan dan dibangun, Sabtu(11/9). Para pedagang di relokasi ke pasar sementara yang letaknya di belakang Pasar Sapi. Menurut salah seorang pedagang perpindahan mereka sudah dilakukan sejak 1 September 2015 lalu. Awalnya para pedagang menolak direlokasi karena mereka menganggap tempat yang diberikan pemerintah tidak layak mengingat tempatnya terpencil dan sepi pembeli, ditambah dengan harga yang diberikan sangat mahal dari investor yang waktu itu pelelangan dimenangkan oleh PT. PBI senilai Rp12 juta per m2. Sehingga beberapa pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Rejosari (P3R) menolak direlokasi.

Para pedagang pun akhirnya meminta disubsidi separuh harga bagi para pedagang lama. Setelah dilakukan diskusi antara pemerintah, investor dan pedagang, akhirnya disepakatilah harga yang diberikan untuk pedagang lama Rp6 juta rupiah per m2, pedagang pun setuju untuk dipindah. Mereka menganggap sudah tidak keberatan lagi dengan harga yang sudah ditetapkan. “Ini memang sudah kebijakan dari pemerintah untuk dipindah, jadi ya pindah.” Ujar Nuryamah, salah satu pedagang pasar sapi yang menyetujui relokasi tersebut.

Ada beberapa pedagang tetap ngeyel dan tidak mau direlokasi “Ada sekitar 15 pedagang yang ngeyel, sedangkan lainnya sebanyak 180 pedagang sudah setuju.” Ujar Bu Roso, pedagang juga. Beberapa pedagang tidak menyetujui relokasi tersebut dengan alasan penghasilan mereka yang pas-pasan sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidup saja dirasa sulit. Beberapa pedagang tersebut mereka sudah melapor ke pemerintah, namun tidak ada tanggapan. Alhasil sejak mulai di pagarnya Pasar Sapi, beberapa pedagang tersebut memutuskan berjualan di depan pagar mulai pukul empat sore sampai pukul sembilan malam. “Kalau di tempat relokasinya tidak menghasilkan apa- apa mbak. Kalau di luar setidaknya bisa dapet uang untuk belanja dan jajan anak-anak saya.” Kata Yah, salah satu pedagang yang menolak relokasi tersebut.

Tidak hanya pedagang saja yang harus berpindah tempat, namun juga para mandor dan supir angkot yang dulu sering nongkrong didepan pasar dan dengan mudah mendapat cemilan atau minuman dari pedagang yang berjualan diluar, kini mereka untuk menarik setoran harus berdiri diseberang jalan. Walau demikian, mereka tetap menerima kebijakan relokasi tersebut dengan keinginan “Karena tempatnya panas, kami hanya meminta di bangunkan halte saja disini.” Kata Widodo salah satu mandor (penjaga lalu lintas Pasar Sapi).

Pembangunan Pasar Sapi ini belum dapat ditentukan akan dimulai dan akan selesai kapan, namun menurut beberapa pedagang diperkirakan satu sampai satu setengah tahun. “Dianggarkan sih 1(red-tahun) sudah jadi. Tapi masih kurang tahu akan di mulai kapan, ini saja baru penggeseran.” Kata Nuryamah. Selain Nuryamah. Semua pedagang, mandor, dan supir di sekitar Pasar Sapi memiliki satu harapan yang sama, yaitu agar Pasar Sapi segera dibangun sehingga tempatnya akan lebih bagus dan nyaman sehingga bisa kembali berjualan.

Penulis: Yashinta Purwaningrum

Foto: Agus Handoko

Penyunting: Hanny Yunita

Iklan

One thought on “Pedagang Pasar Rejosari Akhirnya Pindah

  1. Ping-balik: Pasar Rejosari Mulai Dibongkar | Lentera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s