Bincang / Ragam

Ketua BPMU : Tahun Ini, BPMU Beri Toleransi Soal KUKM

BPMU

Bulan lalu LK FTEK dan FB melakukan penyegelan kantor BPMU karena tidak diundangnya perwakilan LK dari FTEK dan FB (baca selengkapnya : Merasa Tidak Dihargai, FTEK dan FB Kepung BPMU) dalam rapat Legislatif yang diperluas. Kali ini, BPMU menuai protes kembali dari perwakilan LK Fiskom yang meminta toleransi mengenai KUKM yang mengharuskan setiap BPH organisasi intra-kampus harus beragama Kristen. Mahasiswa Fiskom meminta keringanan dengan mengajukan petisi kepada BPMU terhadap KUKM tersebut. Senin (16/11), Lentera berhasil menemui Malinton Tampubolon, Ketua BPMU, guna meminta penjelasan terkait masalah tersebut.

***

Bagaimana kronologi dan perkembangan kasus FTEK dan FB yang mengajukan protes kepada pihak BPMU?
Kursi ketua BPMF FTEK dan FB kosong karena keduanya tidak memenuhi syarat sebagai Ketua menurut KUKM. Di KUKM sudah jelas dinyatakan bahwa pimpinan organisasi di UKSW harus Kristen. Kami sedang menunggu LK kedua fakultas tersebut untuk bisa membereskan dahulu masalah ketua mereka. Jika LK mereka sudah beres barulah kita minta klarifikasi dari FTEK dan FB mengenai permasalahan itu. Karena pada saat yang sama, Karena pada saat yang sama, anggota BPMU sudah lelah oleh kondisi rapat yang saat itu tidak kondusif. Kami juga berusaha untuk mencari waktu dan kesempatan untuk bertemu dengan kedua fakultas tersebut, berkenaan dengan tidak diundangnya mereka pada rapat legislatif kemarin dan menutup masalah mereka.

Tadi anda sebut bahwa BPMU lelah, kenapa?
Semua teman-teman juga lelah, tapi dalam hal ini kita sebagai pengambil keputusan tertinggi, kita harus berkoordinasi dengan SMU dan melihat keadaan sekitar. Tentu saja jika ditanya, kami capek. Tapi perlu teman-teman tahu, untuk apa kita di sini? Kami di sini untuk menjalankan tugas, bukan hanya duduk-duduk.

Lalu bagaimana perkembangan LK Fiskom yang juga memiliki masalah terkait KUKM?
Saya tidak tahu kondisinya waktu itu. Tetapi, periode lalu sudah ada toleransi. Oleh karena itu kali ini kita harus menyesuaikan dengan KUKM.

Apa pendapat anda soal KUKM?
Bagaimanapun ini perguruan tinggi Kristen. Bukan bermaksud untuk membatasi. Kita terbuka kok, buktinya kita juga sediakan mushola untuk mahasiswa non-Kristen. Lagi pula, untuk apa ada visi-misi jika kita tidak menjalankannya. Maka periode ini, kami sengaja perketat KUKM. Harapannya, agar tahun depan tidak ada masalah seperti ini lagi. Kami di sini untuk mengambil keputusan saja sudah susah, sebab kami sedang berbicara dengan 14 fakultas.

Lalu apa keputusan BPMU?
Lebih baik SMF saja yang diganti ketuanya. Setelah itu baru KBM dan HMP. Kita masih berdiskusi dan mencari keputusan bersama dari LKU. Untuk tahun ini, kami berikan toleransi untuk pimpinan yang non-Kristen. Tetapi jika toleransi diberikan hanya ke Fiskom, nanti kami dikira tebang pilih oleh fakultas lain. Karena itu kebijakan ini masih didiskusikan.
Saat ini keputusan yang kami ambil adalah ketuanya saja yang harus Kristen. Untuk BPH yang lain, yaitu sekretaris dan bendahara, mahasiswa yang non-Kristen dapat menjabat. Kami juga sudah berdiskusi dengan rektorat, di situ mereka juga menyatakan bahwa KUKM itu bersifat mengikat dan harus dijalankan. Karena di dalam KUKM terdapat dasar souverenitas, normativitas, aktualitas, dan sosiobilitas. KUKM sendiri menduduki wewenang tertinggi di KUKM sendiri mengatur mahasiswa terkhususnya anggota LKF, dan kita harus berjalan sesuai KUKM.

Apa harapan anda terkait polemik KUKM tersebut?
Perlu ditekankan adalah kita terlalu banyak berkelahi di sini, sedangkan orang lain sudah maju dengan pesat. Harapan saya ya, ini semua akan jadi lebih baik.

Wawancara dilakukan oleh Billiam Simon Arthadi, staf Daring Publitbang dan Narisa Hidayanti, wartawan magang LPM Lentera.
Penyunting : Bima Satria Putra

Redaksi Lentera meminta maaf terhadap pihak-pihak yang berkebaratan dengan tulisan ini. Segala bentuk yang menjadi keberatan telah dikoreksi dan kami berharap tidak akan terulang kembali.

Iklan

9 thoughts on “Ketua BPMU : Tahun Ini, BPMU Beri Toleransi Soal KUKM

  1. “KUKM sendiri menduduki wewenang tertinggi di universitas dan kita harus berjalan sesuai KUKM.”
    apa benar pernyataan ini keluar dari Ketum BPMU ?
    atau kesalahan dari pihak Lentera ?

    lalu bagaimana kedudukan Statuta 2000 ?

    Suka

  2. UUD 1945 -> Merupakan undang-undang tertinggi di Indonesia
    Statuta 2000 -> Bersifat universal dimana statua secara umum mengatur tentang Yayasan, Universitas, Rektor, Dekan, Dosen, Pegawai, Mahasiswa, dsb (Unit-unit yang terkait di UKSW termasuk LK)
    KUKM 2011 -> Mengatur lebih lanjut tentang Mahasiswa, dan LK dimana tata aturan, tugas, Hubungan lebih lanjut antara LK dan Universitas juga diatur.
    dan KUKM seperti yang terlihat merupakan turunan dari statuta dan peraturan PP . dan tetap berpedoman pada asas Pancasila, Dasar Visi-misi.

    Suka

    • ” berpedoman pada asas Pancasila ”
      Pan-ca-si-la
      sa-tu : “KETUHANAN YANG MAHA ESA” bukan
      sa-tu: ” KEKRISTENAN YANG MAHA ESA”

      Suka

  3. Lucu yah!!!
    kok judulnya tidak mencerminkan isi berita???
    apa yang nulis berita anggota baru Lentera???
    Alur isi berita juga amburadul. lewat tahap editor ngga sih???
    apa cuma mau publis berita yang “ingin” di publis si pewawancara???

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s