Kampus

Prodi Sosiologi Paparkan Perubahan Kurikulum

Suasana Sociology Day (Foto : Arista Ayu Nanda).

Suasana Sociology Day (Foto : Arista Ayu Nanda).

Himasos (Himpunan Mahasiswa Sosiologi) mengadakan “Sociology Day”, Minggu-Senin (29-30/11) kemarin, di Wisma Anak Mandiri. Acara yang diadakan selama dua hari ini, menjadi saat untuk mengenalkan angkatan 2015 dengan angkatan sebelumnya. Sociology Day juga di hadiri oleh Kaprodi Sosiologi, Royke R. Siahainenia dan beberapa dosen Sosiologi.

Acara tersebut digunakan Kaprodi untuk mensosialisasikan kurikulum yang akan digunakan di Sosiologi khususnya diangkatan 2014-2015,  yang menggunakan kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). “Sudah tidak ada pilihan studi lagi bagi mahasiswa sosiologi seperti Jurnalistik atau pemberdayaan masyarakat. Jadi mahasiswa Sosiologi diarahkan menjadi perencana sosial atau Social Engineering,” tutur laki-laki yang akrab disapa om Roy.

Rancangan ini dibuat dengan mengundang pihak yang memangku kepentingan seperti perusahaan, pemerintah, dan beberapa instansi yang lainnya. Beliau juga menambahkan mahasiswa Sosiologi akan diarahkan untuk menjadi peneliti yang mampu mengaplikasikan dan merealisasikan ilmu sosialnya di masyarakat.

Tidak hanya itu, perubahan metode perkuliahan juga disampaikan, untuk mendalami teori-teori sosial akan digabung menjadi 12 SKS. Misalnya untuk Pengantar Sosiologi, Teori Sosiologi Klasik, Teori Sosiologi Modern, dan Teori Post-modern dituntaskan satu semester. “Jadi mahasiswa tidak setengah-setengah dapat materi. Ini gambaran, masih perlu dirapatkan lagi,” tandas om Roy.

Acara Sociology Day selama dua hari itu berlangsung lancar dengan diawali materi Public Speaking oleh Alvian Wahyu Utomo. Dilanjutkan dengan permainan yang diikuti semua peserta. Kedatangan Dian Ade Permana, alumni Sosiologi juga menambah kerekatan mahasiswa Sosiologi. Ade sendiri menceritakan pengalamanannya selama berkuliah, dengan dosen-dosen yang sangat akrab dengan mahasiswanya. “Sering saya berbeda pendapat dengan dosen, bahkan sampai berdebat. Tapi begitu di luar kelas ya sudah tidak ada masalah. Kita hanya berbeda secara pemikiran, tapi personal tidak ada masalah,” cerita Ade yang sekarang bekerja sebagai wartawan.

“Dengan acara ini, diharapkan menumbuhkan rasa kekeluargaan, bagi kita di Sosiologi tanpa membedakan ras atau suku bangsa,” tutur Mufti Kurnia Rahman saat membuka Sociology Day. Mufti juga menambahkan bahwa Sociology Day ini , merupakan acara yang pertama kali diadakan Prodi Sosiologi. Sebagai Koordsat, Mufti sangat berterimakasih dengan kerjasama teman-teman angkatan untuk mengadakan acara Sociology Day. Hal serupa juga dinyatakan oleh om Roy saat menutup acara tersebut, “Saya mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini, khususnya untuk 2013 dan 2014 yang menjadi panita. Saya rasa ini acara pertama Sosiologi, dari angkatan awal dulu (tahun 2000 –red). ”

Berita ini ditulis oleh Arista Ayu Nanda, Pemimpin Umum LPM Lentera.
Penyunting : Bima Satria Putra

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s