Kampus

Kreatif Itu Mahal, Pemerintah Seharusnya Membimbing

Eva Titi Dewi dan Widiarti mejadi pembicara dalam acara Kreatif Itu Mahal, di Auditorium FTI, UKSW. (Foto: Bagus Muhammad Arifa'Ul)

Eva Titi Dewi dan Widiarti, dari Komunitas Sapu mejadi pembicara dalam acara Kreatif Itu Mahal, di Auditorium FTI, UKSW. (Foto: Bagus Muhammad Arifa’Ul)

Selasa, (26/01) lalu, Progdi Desain Komunikasi Visual, FTI UKSW adakan talkshow daur ulang limbah. Talkshow berlangsung di Auditorium FTI UKSW, dengan tema Kreatif Itu Mahal. Talkshow tersebut termasuk dalam rangkaian Pekan Raya Ide, yang di selenggarakan Progdi Desain Komunikasi Visual selama tiga hari, sejak 25 Januari hingga 27 Januari 2016.

Eva Titi Dewi, perancang perhiasan berbahan baku limbah dan Widiarti dari bagian administrasi Komunitas Sapu adalah pembicara acara tersebut. Mereka juga sempat memberikan workshop daur ulang limbah ban dan tong bekas.

“Setelah acara ini, saya berharap mereka (peserta –red) tertarik, terus bisa main ke bengkel Sapu. Karena kita menampung ide-ide dan masih perlu orang-orang kreatif. Pasti nanti akan muncul produk baru dari kreatifitas orang banyak” jelas Eva. Sejak 2012, Komunitas SAPU telah berhasil mengekspor hasil daur ulang limbahnya ke Prancis, Inggris, Belanda dan Jerman.

Ketua Panita Kreatif Itu Mahal, Gede Sidiarsana juga berharap, dengan adanya acara tersebut, peserta dapat mengerti bagaimana caranya memproduksi barang kreatif.

“Kemudian mengerti bagaimana cara menjualnya,” tambah Gede.

Pada 11 Januari 2016, sebanyak 116 televisi yang telah rampung dirakit Muhammad Kusrin, dihancurkan Kejaksaan Negeri Karanganyar, Jawa Tengah. Televisi buatan Kusrin dihancurkan lantaran belum memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Oleh karena itu, di akhir acara Lentera meminta tanggapan Eva terkait persoalan yang dialami Kusrin, warga Gondangrejo, Karanganyar itu. Eva mengaku tidak setuju dengan tindakan pemerintah.

“Pemerintah seharusnya membimbing dan menampung orang-orang kreatif,“ katanya.

Berita ini ditulis oleh Bagus Muhammad Arifa’Ul, wartawan magang LPM Lentera. Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2014.

Penyunting: Galih Agus Saputra

Iklan Lentera 2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s