Kampus

Briliantina : Copywriter Harus Kreatif dan Banyak Membaca

Briliantina L. Hidayat menjadi pembicara dalam sesi copywriting, di Wisma Wijaya Kusuma, Kopeng (Foto: Agus Handoko).

Briliantina L. Hidayat menjadi pembicara dalam sesi copywriting, di Wisma Wijaya Kusuma, Kopeng, Jumat (3/4) (Foto: MFD).

Dalam mata kuliah periklanan dijelaskan bahwa copywriting merupakan salah satu bidang yang berurusan dengan konsep (dalam bentuk naskah) yang hendak dijadikan pedoman perihal pembuatan iklan. Sebelum menulis naskah, biasanya diawali dengan diskusi antara pihak agensi iklan bersama klien yang hendak mengiklan. Briliantina L. Hidayat, seorang praktisi dibidang periklanan dari Surakata, kala mengisi sesi copywriting dalam Creative Camp pada Jumat (4/3), yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom) Fiskom, UKSW mengungkapkan bahwa, seorang copywriter harus kreatif dan banyak membaca.

“Kreatifitas dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengatasi suatu persoalan dengan cara yang mudah. Sedangkan untuk mengatasi suatu persoalan juga dapat dilakukan dengan langkah inovasi, berupa penggabungan ide atau gagasan seseorang yang kemudian dikembangkan dengan ide sendiri,” katanya.

Di samping itu, copywriter dituntut untuk kreatif karena pesan yang disampaikan harus memiliki daya tarik. “Seperti yang dimaksud Frank Jefkins, copywriting merupakan seni penulisan pesan penjualan yang paling persuasif dan kuat,” imbuh Briliantina di Aula Wisma Wijaya Kusuma, Kopeng.

Sebelum mencurahkan ide ke dalam bentuk tulisan atau naskah, menurut Briliantina, copywriter perlu memiliki pengetahuan yang luas perihal realitas di sekitarnya, kemampuan tersebut dapat diperoleh dengan banyak membaca. “Itu perlu karena membaca merupakan suatu cara yang efektif untuk menumbuhkan imajinasi yang kuat seorang copywriter. Banyak membaca juga membuat copywriter cekatan dalam menuliskan idenya,” tandasnya.

“Permasalahannya adalah tidak semua orang suka membaca, walaupun saat ini bahan bacaan sangat mudah diakses, seperti e-book. Saya sarankan mahasiswa periklanan yang menggeluti bidang copywiting banyak membaca dan mulai menuliskan gagasan yang berkecamuk di kepala, dengan begitu kedepannya copywriter akan lebih mudah mengkonsep ide naskah yaitu dengan membuka kembali timbunan ide yang telah dicatat tersebut,” kata Briliantina.

Berita ini ditulis oleh Agus Handoko, wartawan magang LPM Lentera. Mahasiswa Periklanan, Fiskom, UKSW, angkatan 2014.

Penyunting: Galih Agus Saputra

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s