Salatiga

ASU Lingkungan Persoalkan Poster Artmosphere

Paster Artmosphere yang diprsoalkan Aksi Seni Untuk Lingkungan (ASU Lingkungan) (Poster: Instagram)

Poster Artmosphere yang dipersoalkan Aksi Seni Untuk Lingkungan (ASU Lingkungan) (Poster: Instagram).

Senin (3/4) lalu, pegiat lingkungan hidup yang tergabung dalam Aksi Seni Untuk Lingkungan (Asu Lingkungan) adakan audiensi dengan CEO Retroactive Communication, Hendi Gusman, di Kafe Godong Pring. Pertemuan tersebut diadakan lantaran Hendi mencantumkan ASU Lingkungan dalam salah satu kegiatan yang dikelolanya, yaitu Artmosphere.

Kordinator Acara beserta Penanggung Jawab ASU Lingkungan, Erik Darmawan dan Dian Ade Permana tidak setuju akan hal tersebut. Musababnya, ASU Lingkungan adalah kegiatan yang terbentuk secara kolektif dan tidak membuka kanal pensponsoran untuk pihak korporasi manapun. “Kami tegaskan bahwa ASU Lingkungan hanya menerima dukungan dalam bentuk donasi dan bukan sponsor, selama ini kawan-kawan juga berdonasi,” jelas Erik.

“Kalau punya uang bisa menyumbang uang, kalau ada waktu luang juga bisa sumbang tenaga. Atau barang-barang bekas juga bisa disumbangkan, nanti kita daur ulang untuk pembuatan instalasi,” tambah Erik. (Baca juga: Erik : ASU Lingkungan Bukan Untuk Kepentingan Politik).

Pengelola Kafe Godong Pring sekaligus pemilik tempat berlangsungnya Artmosphere, Adrian Dwi yang turut hadir dalam audiensi tersebut mengaku bersedia untuk turut bertanggung jawab atas persoalan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa persoalan dilandasi adanya kesalahpahaman antara pihak-pihak terkait.

Hal itu dibenarkan oleh Hendi, “Ini ada miss-komunikasi,” katanya. Meski Hendi enggan menyebutkan nama perusahaan yang mendanai Retroactive Communication, karena saat diwawancara nama perusahaan minta dimasukan kedalam off the record. Ia bersedia memenuhi tuntutan yang diajukan Erik dan Ade.

“Kami menyanggupi tuntutan dari teman-teman Aksi Seni Untuk Lingkungan untuk menarik seluruh publikasi, memberikan klarifikasi di media sosial kami dan memberikan pernyataan terbuka,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Erik meminta agar pernyataan terbuka disampaikan di salah satu rangkaian ASU Lingkungan yaitu, Resik Kutha : Cabut Paku, yang hendak dilaksanakan pada 19 Maret 2016, di Selasar Kartini. “Dalam kesempatan tersebut, perlu ditegaskan bahwa tidak ada relasi antara Asu Lingkungan dengan Artmosphere. Kegiatan ini murni dari kawan-kawan pegiat lingkungan,” tambah Erik.

Berita ini ditulis oleh Galih Agus Saputra, staf Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) LPM Lentera. Mahasiswa Komunikasi-Jurnalistik, Fiskom, UKSW, angkatan 2014.

Penyunting: Bima Satria Putra

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s