Salatiga

Pitoyo Ngatimin : Indonesia Punya Potensi Agroindustri

Pitoyo Ngatemin, Sabtu (26/03).

Pitoyo Ngatimin dalam Seminar dan Lomba Karya Tulis Ilmiah ‘Meningkatkan Daya Produk Pertanian Indonesia Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN’ pada Sabtu (26/03) di Balai Proteksi Tanaman Perkebunan, Salatiga (Foto : Hermanto).

Indonesia sebenarnya memiliki potensi agroindustri. Hanya saja, saat ini pelaku usaha pengolahan produk pertanian masih bergerak secara kecil-kecilan. “Pengembangan agroindustri tidak perlu membuat pabrik, cukup kumpulkan saja produk olahan satu per satu dari tiap rumah,” ujar Pitoyo Ngatimin dalam Seminar dan Lomba Karya Tulis Ilmiah ‘Meningkatkan Daya Produk Pertanian Indonesia Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN’ pada Sabtu (26/03) di Balai Proteksi Tanaman Perkebunan, Salatiga.

Pitoyo adalah salah satu pelaku agroindustri di Indonesia yang sukses mengekspor produk pertanian hingga ke Singapura dan Malaysia. Selain Pitoyo, hadir pula Profesor Daniel Kameo, Doktor Gatot Sasongko dan Yayuk Tutiek Supriyanti sebagai pembicara.

Menurut Pitoyo, meningkatkan daya saing produk pertanian tidak melulu berkaitan dengan kualitas dan kuantitas. “Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah kontinuitas,” ujar pengurus di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Trangulasi di Getasan tersebut. Pengusaha berani memberi jaminan kepada pasar jika stok tersedia sepanjang waktu.

Pitoyo yang pernah mendapatkan tiga penghargaan nasional itu menjelaskan bahwa Indonesia masih lemah dalam kelembagaan. “Padahal, negara maju memiliki koperasi yang kuat,” tambahnya. Oleh karena itu, menurutnya perlu dilakukan identifikasi kelompok tani di sekitar untuk dijadikan Gapoktan, khususnya yang tersertifikasi pertanian organik. Hal ini perlu dilakukan karena pasar global menuntut kualitas produk yang sehat dan ramah lingkungan.

Ketika ditanya permasalahan utama dalam usahanya selama ini, Pitoyo mengaku bahwa pengelolaan logistik sangat menghambatnya. “Gara-gara biaya transportasi di Indonesia  yang mahal, harga produk bisa naik sangat tinggi. Ini tentu menurunkan daya saing,” ujar Pitoyo.

Berita ini ditulis oleh Bima Satria Putra, Pemimpin Redaksi LPM Lentera.

Penyunting Tamu : Meilana Amrih Lestari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s