Laporan Khusus

Polisi Main Tangkap, Aktivis KPA dan Petani Sragen Dibebaskan

Sofyan Ubaidi Anom, Koordinator KPA Jatim saat memberikan materi pelatihan (Foto: Syukur Fahrudin/KPA).

Sofyan Ubaidi Anom, Koordinator KPA Jatim saat memberikan materi pelatihan (Foto: Syukur Fahrudin/KPA).

Sofyan Ubaidi Anom atau Ubed, Koordinator KPA (Konsorsium Pembaruan Agraria) Jawa Timur beserta Sugiyono dan Sularno, petani Sragen akhirnya bebas pukul 19.00 WIB, Sabtu (28/5) dari penahanan Polsek Sambirejo, Sragen. “Mereka dapat bebas karena dipaksa menandatangani surat pernyataan untuk tidak melakukan pemetaan,” jelas Syukur Fahrudin, Pengurus KPA Jateng.

Ubed adalah pemateri dalam pelatihan Pendidikan Agraria dan Pemetaan Partisipatif yang diadakan di Sambirejo oleh serikat tani Forum Peduli Kebenaran dan Keadilan Sambirejo (FPPKS) bersama KPA. Penangkapan terhadap Sugiyono dan Sularno dilakukan ketika keduanya berada di lahan pukul 12.00 WIB, sementara Ubed ditahan pukul 14.30 WIB ketika berada di tempat pelatihan, Sabtu (28/5).

Dari informasi yang berhasil dihimpun Lentera, penahanan dilakukan karena mengadakaan pelatihan tanpa surat pemberitahuan ke kepolisian setempat dan melakukan pemetaan tanpa surat resmi dari kejaksaan. Polisi kemudian bertindak atas laporan dari pihak PTPN IX Sambirejo.

Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso telah menerima informasi yang salah dari PTPN mengenai pemetaan KPA di Sambirejo. “PTPN mengira bahwa sekelompok masyarakat itu berusaha memasang patok di lahan milik perusahaan,” ujar Cahyo seperti dilansir dari Solo Pos.

Padahal menurut Ubed, pemetaan partisipatif dilindungi dalam UU No.4/2011 tentang Informasi Geospasial, UU No.6/2014 tentang Desa, Pemendagri No.27/2006 serta UU No.26/2007 tentang Penataan Tata Ruang. “Jadi saya ditanya oleh polisi soal stampel (aspek legalitas –red), saya tanya balik, minta izinnya memang kemana? Pemetaan partisipatif memang tidak perlu perizinan,” ujar Ubed.

Menurut Iwan Nurdin, Sekjen KPA, penangkapan aktivis KPA dan petani adalah represi ala Orde Baru. “Tampaknya represi ala Orde Baru telah dihidupkan kembali oleh rezim ini,” ujar Iwan dalam press release-nya.

Aktivis KPA dan petani berfoto bersama saat penutupan pelatihan (Foto: Dok.KPA).

Aktivis KPA dan petani berfoto bersama saat penutupan pelatihan (Foto: Dok.KPA).

Sambirejo Wilayah Konflik

Konflik Sambirejo melibatkan delapan desa, yaitu Sukorejo, Jambeyan, Sambi, Dawung, Sambirejo, Kadipiro, Musuk dan Jetis. Lahan yang diperebutkan sejak 2000 itu seluas 446 hektar dan ditanami jagung oleh petani Sambirejo.

Pada 1965, petani di Sambirejo dituduh terlibat G30S/PKI. Lahan-lahan petani tersebut kemudian dirampas oleh PTPN dan ditanami pohon karet. Krisis ekonomi pada akhir 1998 menjadi pemantik untuk merebut kembali hak atas tanah leluhur mereka.

Sepanjang konflik, telah terjadi banyak kriminalisasi terhadap petani di Sambirejo. Pada 2014 misalnya, tiga petani Sambirejo ditahan oleh Polda Jawa Tengah. Tidak lama kemudian, PTPN IX juga pernah mengerahkan 5.000 karyawan untuk melakukan pendudukan lahan yang telah ditanami warga. Hingga kini, belum ada penyelesaian terhadap konflik lahan di Sambirejo.

Laporan ini ditulis oleh Bima Satria Putra, Pemimpin Redaksi LPM Lentera.

Penyunting tamu : Meilana Amrih Lestari

Iklan

4 thoughts on “Polisi Main Tangkap, Aktivis KPA dan Petani Sragen Dibebaskan

  1. Very good website you have here but I was curious
    about if you knew of any discussion boards that cover the
    same topics talked about in this article?
    I’d really like to be a part of group where I can get advice from other experienced individuals that share
    the same interest. If you have any suggestions, please let me know.
    Bless you!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s