Kampus

KBM Fiskom Tak Dapat Ruang, Dekan Minta Maaf

Suasana Ruang eks-Fakultas Teologi (Foto: Ruth Novita)

Suasana Ruang eks-Fakultas Teologi (Foto: Ruth Novita)

Daru Purnomo, Dekan Fiskom menyampaikan permintaan maafnya karena tidak bisa memenuhi keinginan mahasiswa terkait permohonan ruangan untuk Kelompok Bakat Minat (KBM). Hal ini disebabkan karena fakultas masih memprioritaskan ruangan untuk dosen Fiskom dan dosen tamu Fiskom.

Sebelumnya, sekelompok mahasiswa Fiskom yang tergabung dalam Kelompok Mawar meminta fakultas agar ruang yang ditinggalkan Fakultas Teologi diserahkan pada KBM (Baca juga : Dekan Tolak Bertemu, Mahasiswa Fiskom Aksi Damai). Namun, Daru juga menyampaikan bahwa dia akan membuat ruang terbuka untuk kegiatan mahasiswa Fiskom.

Rencananya, ruang Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fiskom akan dipindahkan ke ruang yang dulu ditempati LK Fakultas Teologi. “Ruang LK Fiskom yang lama akan dialihfungsikan sebagai ruang penyimpanan dokumen,” ujar Daru.

Selain itu, ruang adminstrasi Fakultas Teologi akan digunakan sebagai ruang kelas Fiskom. Hingga berita ini dimuat, lantai dua Gedung J masih dalam tahap pemeriksaan untuk renovasi. Fiskom belum dapat menempati lantai tersebut sebelum perbaikan ruangan selesai pada bulan Oktober.

Menurut Teguh Wahyono selaku Pembantu Rektor (PR) II Bidang Administrasi dan Keuangan, proses perpindahan setiap fakultas di UKSW harus melalui prosedur yang telah ditetapkan. “Fiskom bersurat untuk menggunakan ruang eks Fakultas Teologi, lalu dipetakan oleh pengurus pimpinan universitas,” ujarnya. Setelah melalui persetujuan dari pihak pimpinan, Fiskom diberikan wewenang untuk mengelola ruang yang ditinggalkan Fakultas Teologi.

Fakultas Teknologi Informasi (FTI) sendiri pindah ke Blotongan setelah peresmian pada Sabtu (30/7). Gedung FTI lama yang kosong kini telah ditempati oleh Fakultas Teologi. “Menurut nota rektor, Fakultas Teologi mulai menempati gedung FTI lama sejak 1 September 2016,” tutur pria yang menjabat sebagai PR II periode 2013-2017 itu.

Berita ini ditulis oleh Ruth Novita Lusiani dan Mei Yulinda Sinta Marito Manalu, jurnalis di LPM Lentera.

Penyunting : Bima Satria Putra

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s