Kampus

Jurus Sukses Bos Advertising

 

Adji Watono, CEO Dwi Cipta Group bersama para dosen Fiskom usai bedah buku (Foto: dok. Pratiwi Cristin Harnita).

Adji Watono, CEO Dwi Cipta Group bersama para dosen Fiskom usai bedah buku di ruang Tan Ik Hay, Stiba UKSW (Foto: dok. Pratiwi Cristin Harnita).

Dwi Sapta Group bekerjasama dengan Fiskom UKSW, menyelenggarakan Bedah Buku Biografi Adji Watono, Kisah Sukses Tukang Foto Menjadi Boss Advertising. UKSW menjadi salah satu universitas yang dikunjungi Dwi Sapta dalam rangkaian roadshow-nya. Bedah buku ini diselenggarakan pada Rabu (2/11) di ruang Tan Ik Hay, Stiba UKSW.

Acara ini menghadirkan tiga pembicara yaitu, CEO dan Founder Dwi Sapta Group Adjie Watono, CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fiskom Sampoerno.

Sampoerno menyampaikan bahwa selama 27 tahun dia bekerja di UKSW, buku ini adalah yang paling singkat dibacanya. “Buku ini menyenangkan, setiap bab ada gambar karikatur. Makanya setiap mau berhenti, rasanya mau membaca terus,” ujar Sampoerno.

Ia juga mengambil empat kesimpulan dari buku ini, pertama mengerti apa arti kata ulet, yaitu usaha yang lebih. Kedua, pertemanan adalah penting. Dan ketiga, tentang tindakan taktis yang perlu dilakukan. Menurut Sampoerno, Adji adalah orang yang cepat dalam mengambil keputusan. “Yang paling akhir, di sinilah kunci saya menemukan alasan Pak Adji bisa hebat. Setiap apa yang dilakukan dan dikerjakan, ada satu kata yaitu ‘itu semua anugerah Tuhan’ seperti  Amsal 1:7,” terang Sampoerno.

Dalam kesempatanya, Adji Watono mengatakan, “Hari ini kita tidak hanya membahas mengenai advertising makes money, tetapi hari ini kita akan berbicara mengenai inspirasi.” CEO Dwi Sapta Group ini juga memberikan “4B” sebagai jalan menuju sukses yaitu Think Big, Dream Big, Action Big, dan Result Big.

Adji juga menganggap bahwa persahabatan itu yang pertama, Realationship become number one,” ucapnya. Dalam persahabatan ada beberapa hal yang perlu dijaga yaitu keintiman, kecocokan dan kejujuran. “Kalau A ya A, kalau B ya B”, tambah Adji. Dia juga berbagi kiat sukses Dwi Sapta, yakni Excellent Quality, Excellent Cost, Excellent Delivery dan Excellent Service.

Agung Adiprasetyo yang juga penulis buku biografi Adji Watono tersebut menyampaikan poin pertama, yakni “Juara Hari Ini Sebentar”. Ia mencontohkan dengan persaingan di bidang teknologi, “Dulu Nokia terkenal, lalu diganti oleh Blackberry. Blackberry selesai, diganti Iphone”. Dia juga menambahkan bahwa persaingan sekarang bukan antar korporasi lagi tapi antar sumber daya manusia, bahkan bukan antar daerah saja tapi antar negara.

Kedua, inovasi juga penting karena perlu menerobos cara berpikir lama agar menemukan solusi baru yang lebih segar. Agung memberikan saran untuk selalu optimis dan membuang kata “sulit”. Menurutnya eksekusi juga menjadi penting dalam sebuah pencapaian, “Sudah menentukan goal setting dan kekuatan diri tapi tidak mau mengeksekusinya, itu sama saja tidak akan membuat kemajuan,” tambahnya.

Agus Handoko, mahasiswa Periklanan Fiskom mengatakan, kegiatan ini mendorong mental mahasiswa Fiskom untuk terjun dalam dunia periklanan nasional walaupun berasal dari kampus kecil. Ia juga berharap kegiatan seminar dan pelatihan lebih sering diadakan. “Selain berkutat dengan teori kita juga perlu dibekali pelatihan tentang kerja praktik iklan sebenarnya,” ungkap Agus.

Berita ini ditulis oleh Radik Karis Prabowo, jurnalis magang LPM Lentera, mahasiswa Periklanan Fiskom UKSW.

Penyunting: Andri Setiawan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s