Salatiga

‘Amankan Tani’ Demo Tolak Perampasan Tanah

Aksi mahasiswa dan petani di Salatiga (Foto: David Adhyaprawira).

Aksi mahasiswa dan petani di Salatiga (Foto: David Adhyaprawira).

Belakangan ini semakin banyak kasus kriminalisasi petani dan perampasan lahan di Indonesia. Salah satunya pendekatan represif 1.200 aparat gabungan TNI, Polri dan Satpol PP di Majalengka, Jawa Barat pada petani yang menolak pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Kejadian yang hampir sama juga dialami petani di Langkat, Sumatera Utara yang sedang berkonflik dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II.

Hal inilah yang melatarbelakangi demonstrasi Aliansi Masyarakat Anti-Kekerasan Terhadap Petani (Amankan Tani), pada Rabu (6/12) di depan Polres Salatiga. Aksi tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa dan serikat tani di Salatiga.

“Petani adalah soko guru bangsa. Hentikan perampasan tanah yang mengatasnamakan pembangunan,“ ujar Muhammad Navik, Koordinator Aksi Amankan Tani. Selain itu mereka memprotes kriminalisasi yang dialami petani dan menuntut dilaksanakannya reforma agraria sejati.

Aksi tersebut juga merupakan dukungan bagi perjuangan petani di seluruh Indonesia. Termasuk petani Rembang, yang saat ini sedang melakukan long march dari Rembang menuju Semarang. Mereka menuntut dilaksanakannya putusan Mahkamah Konstitusi soal dibatalkannya pembangunan Pabrik Semen di Pegunungan Kendeng.

Berita ini ditulis oleh Bima Satria Putra, wartawan LPM Lentera.

Penyunting : Andri Setiawan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s