Salatiga

‘Gasak’ Gantung Badut Koruptor

Drama Teatrikal "Gantung Badut Koruptor" di depan Gedung DPRD, Salatiga (Foto: Aleksander Herdiyan).

Drama teatrikal “Gantung Badut Koruptor” di depan Gedung DPRD Salatiga (Foto: Aleksander Herdiyan).

Pagi itu, dua laki-laki bertubuh besar berdiri di depan Gedung DPRD, Salatiga (9/12). Mereka mendirikan tiang gantungan yang terbuat dari bambu, kemudian menggantung sesosok badut yang mengenakan dasi dan jas sambil diiringi tabuhan genderang. “Gantung koruptor. Gantung koruptor. Gantung,” sahut puluhan orang yang turut hadir di sana.

Namun demikian, peristiwa itu bukanlah kisah nyata. Itu adalah drama teatrikal dalam “Salatiga Bersih, Tanpa Korupsi dan Pungli.” Aksi damai ini diinisiasi oleh sejumlah mahasiswa dan pegiat seni di Salatiga yang tergabung dalam Gerakan Salatiga Anti Korupsi (Gasak). Aksi diselenggarakan untuk mengingatkan pejabat publik di Salatiga, sekaligus pihak penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Salatiga 2017 agar terhindar dari praktik politik transaksional, seperti bagi-bagi jabatan dan proyek, maupun politik uang.

Dalam siaran persnya, Gasak menuntut para kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Salatiga untuk membuat pernyataan sikap secara tegas untuk tidak melakukan praktek korupsi di Salatiga. Gasak juga menuntut agar pelaksana Pilkada di Salatiga mengawasi dan menindak secara tegas praktek politik transaksional. Gasak juga mendorong masyarakat Salatiga agar selalu berperan aktif dalam pemberantasan korupsi.

Ketua DPRD Salatiga Tedy Sulistio dan Penjabat (Pj) Walikota Salatiga Achmad Rofai mengapresiasi aksi yang diinisiasi oleh Gasak. Meski demikian, Tedy sempat mempertanyakan eksistensi gerakan tersebut. “Saya kira ini adalah gerakan moral. Tapi dimana adek-adek lima tahun yang lalu? Empat tahun yang lalu, tiga tahun yang lalu, dua tahun yang lalu kemana? Kok baru sekarang muncul. Tapi, apapun itu kita harus memberikan apresiasi. Meminta adek-adek untuk terus mengawal pemerintahan yang saat ini dipimpin Pak Rofai. Dan dikontrol oleh DPR,” kata Tedy.

Dalam mengawal isu politik transaksional, Rofai juga berharap agar Gasak terjun langsung ke lapangan. “Saudara sekalian, saya juga minta tolong agar organisasi Gasak ini terjun ke lapangan. Melihat betul apakah aparatur, masyarakat, organisasi, dan LSM melakukan gerakan yang sama dengan saudara-saudara sekalian. Kita bersama-sama melakukan pengawasan, kontrol bersama-sama. Jadi bersama-sama, bergandengan tangan untuk memberantas korupsi,” seru Rofai.

Usai menyampaikan tuntutan di depan Gedung DPRD, Gasak melanjutkan aksi di tugu jam, depan Rumah Dinas Walikota. Selama perjalanan, Gasak membagikan stiker kepada masyarakat sebagai bentuk ajakan bersama dalam memberantas praktik korupsi di Salatiga.

Berita ini ditulis oleh Galih Agus Saputra. Pemimpin Umum LPM Lentera. Mahasiswa Ilmu Komunikasi-Jurnalistik UKSW, angkatan 2014.

Penyunting: Andri Setiawan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s